Industri Multi Level Marketing yang Lebih Beretika

Industri Multi Level Marketing yang Lebih Beretika

Saya pernah menjadi bagian dari industri Multi Level Marketing (MLM) atau juga biasa disebut dengan Network Marketing. Sebagai member pernah, sebagai manajemen juga pernah. Bahkan sebagai manajemen yang konon omsetnya terbesar saat itu di industri tersebut. Walau bukan sebagai pemeran utama, namun dengan ada disana, saya menjadi saksi cara menaikkan omset sebuah bisnis MLM.
.

Industri ini asyik sebenarnya jika dilihat dari sisi:

  • Dimana ada industri yang memberi kesempatan kepada siapa saja untuk berpenghasilan hanya dengan menggunakan produknya dan menceritakan tentang manfaat produk yang dia rasa?
  • Dimana ada industri yang siap menerima siapapun, dari latar belakang pendidikan apapun, usia berapapun, tanpa kemampuan berbisnis pun; asal mau belajar dan disediakan pelatihannya?
  • Orang dengan kapasitas ekonomi apapun bisa bergabung dengan biaya bergabung yang sama dengan orang berkapasitas ekonomi besar.

Saya juga melihat sebagian masyarakat kita menolak industri ini. Jadi walau mereka suka atau cocok dengan produknya, kadang cuma sebatas menjadi pengguna, tanpa menjalani bisnisnya.
.
Biasanya orang-orang yang menolak MLM adalah:

  1. Orang yang pernah jalani dan gagal, menyerah sebelum berhasil.
    • Kadang karena memang mudah menyerah
    • Kadang waktu dijalani, tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya
    • Kadang waktu dijalani, tidak sesuai dengan yang dijanjikan sebelumnya (misal diprospek upline: “Ini gampang, cuma tinggal kenalkan, nanti tak bantu”)
  2. Orang yang pernah jalani, mendapatkan lingkungan bisnis yang tidak tepat, lalu keluar karena menggeneralisasi semua industri MLM pasti begitu. Lingkungan tidak tepat diantaranya:
    • Upline yang suka memaksa atau suka berjanji tapi tidak dipenuhi
    • Dipaksa upline berhutang untuk tutup target tertentu, dengan janji akan dibantu upline ternyata tidak dibantu; akhirnya menyimpan banyak stock produk nganggur
    • Pendidikan MLM yang tidak cukup memadahi untuk member bisa tumbuh dan berhasil
    • Memaksa semua orang bergabung demi target closing padahal target prospek tidak membutuhkan produk maupun bisnisnya
  3. Sistemnya yang menghalalkan segala cara. Misal:
    • Produk dari China dibilang dari Korea oleh manajemen
    • Produk tidak bermanfaat yang dipaksakan
    • Tidak ada perlindungan keadilan bagi member. Misal:
      • Ada kasus member yang sudah berpenghasilan besar, lalu dikeluarkan karena menjadi beban bonus perusahaan.
      • Ada kasus member yang sudah berpenghasilan besar, lalu dikeluarkan, dicari salahnya karena sudah dianggap tidak berkontribusi, padahal member tersebut bermaksud menjalani HIDUP PASIF INCOME sesuai dengan yang dijanjikan semua industri MLM diawal saat bergabung
      • Ada kasus perceraian member, lalu perusahaan lebih condong membela salah satu pasangan, dan tidak membagi rata bonus yang dihasilkan
    • Politik kantor
    • Saling menjatuhkan antar leader, antar perusahaan MLM, bahkan melibatkan oknum-oknum
    • Tidak memprioritaskan waktu sholat bagi member muslim saat melakukan trip
    • Membuat penghargaan-perhargaan yang terkesan prestasi, padahal penghargaan tersebut diterima karena bayar
    • Melakukan doktrin untuk fokus di MLM itu saja dan meninggalkan pekerjaan yang lain
    • Mendoktrin member untuk melakukan kredit rumah atau mobil, dengan rayuan: agar semangat – agar ada wujudnya hasil kerjanya. Padahal sebenarnya agar member terus jualan atau melakukan perekrutan demi keuntungan upline atau perusahaan. Biasanya juga dilakukan oleh support sistem MLM
    • Perselingkuhan antar member yang dibiarkan oleh manajemenaku
    • Tidak adanya pelatihan keuangan/ investasi, karena perusahaan inginnya member cari uangnya hanya melalui MLM tersebut; disisi lain tidak ada jaminan MLM tersebut akan stabil berkembang terus selamanya

Masalah yang terjadi juga dialami industri bisnis lainnya, tidak selalu MLM. Hal ini juga tergantung pada kepedulian manajemen dan leader yang tidak hanya fokus mempertahankan serta meningkatkan penghasilan dengan segala cara tanpa mempertimbangkan masalah etika.

.
.
Bagi anda yang ingin sharing perihal bagaimana mengembangkan bisnis MLM yang lebih beretika dari sisi manajemen dan member, bisa sharing dengan saya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top