Yang Tenang Melunakkan yang Tidak Tenang

Bersusun narasi dan hidup. Perjalanan mengakumulasi pengalaman. Generasi ke generasi dirahasiakan dan ada yang dibagikan. Kita tumbuh dengan cerita/ kisah turun menurun. Termasuk perihal ombak. Diluasan pandang saat kita tenggelam. Saat kita tidak tenang, banyak bergerak. Maka kita kan tenggelam.

Karena arus berlawanan diatas dan dibawah. Maka menenggelamkan. Saat kita tidak tenang.

Di air saat kita tenang, justru kita tidak tenggelam.

Berbagai permasalahan hidup. Bertubi-tubi. Saat tidak terurai segera, maka permasalahan yang lain menyusul. Bertumpuk campur. Saat kita berusaha menyelesaikan dengan berbagai cara, pengalaman, teknologi, dan tips-tips ribuan kita baca dan tonton. Seakan kita semakin tenggelam dengan waktu. Tiba-tiba sudah berumur, dapat tujuan belum tercapai.

Kenapa?

Hampa?

Saat tenang, saat tensi mampu kita turunkan. Dingin. Segalanya kita lepas. Ikhlas. Tiba-tiba solusi berdatangan sendiri. Ternyata yang awalnya masalah ternyata bukan masalah (1). Yang awalnya tampak tujuan hidup ideal yang harus kita capai, ternyata bukan tujuan ideal lagi (2).

Jawabannya ada di dalam. Saat kita tenang. Saat hanya nafas yang kita rasa dan tahu. Tiba-tiba semuanya sudah selesai.

Tercerahkan.