Tag: sistem pendidikan

Yuk Mengenal Sistem Pendidikan Di Jerman

Yuk Mengenal Sistem Pendidikan Di Jerman – Kita seluruh tentu telah ketahui jika Jerman ialah salah satu tujuan utama mahasiswa melanjutkan riset, apalagi alumni Jerman sangat dihargai di dunia kerja. Sebabnya? Ya, simpel saja, sebab mutu dan sistem pendidikan di Jerman merupakan yang terbaik.

Perihal ini pula yang menjadikan Jerman mempunyai tradisi yang panjang dalam kesuksesan pendidikan. Apalagi terdapat 68 nobel bidang ilmu pengetahuan dan medis yang dihasilkan universitas di Jerman.

Kemudian gimana sesungguhnya sistem pendidikan di Jerman sampai dapat mempertahankan reputasi brilian sepanjang berabad- abad? mulai dari Sekolah bawah Hingga kuliah? berikut ini merupakan ulasannya, antara lain:

Mengenal Sistem Pendidikan di Jerman Dari SD Hingga SMA

Butuh Kamu tahu kalau, harus belajar di Jerman diawali dikala umur anak 6 tahun sampai tingkatan menengah. Segala sekolah di Jerman mempunyai mutu mumpuni dan 100% free bayaran sekolah dari TK hingga Universitas. Berikut ini tingkatan pendidikan di Jerman

1. Sekolah Bawah ataupun Grundschule

SD di Jerman berlangsung sepanjang 4 tahun dan untuk anak yang telah berusia 6 tahun ataupun lebih. Apalagi bila anak berumur 5 tahun 11 bulan senantiasa belum dapat masuk SD, namun wajib masuk TK terlebih dulu. Bayaran sekolah SD free, orang tua cuma dibebankan membeli perlengkapan tulis. Walaupun free, mutu SD di Jerman sangat bagus.

Untuk memastikan kelulusan tidak terdapat tes spesial semacam UN di Indonesia. Bila menemukan nilai baik dan sangat baik, siswa bisa melanjutkan ke Gymnasium.

Untuk nilai rata- rata ataupun lagi, siswa bisa masuk ke Realschule ataupun Gesamtschule. Sebaliknya jika nilai kurang baik, siswa wajib masuk Hauptschule.

2. Sekolah Menengah ataupun Sekundärstufe 1

Sehabis Grundschule, tingkatan setelahnya merupakan Sekolah Menengah ataupun Sekundärstufe 1 yang terdiri dari Hauptschule, Realschule, Gesamtschule, dan Gymnasium.

– Hauptschule

Hauptschule berlangsung dari kelas 5 hingga 9 ataupun 10. Di Hauptschule, siswa tidak cuma belajar mata pelajaran reguler, namun belajar pula kebutuhan instan untuk bekerja semacam bengkel, pertukangan, dll. Jadi,

Hauptschule memanglah mempersiapkan siswa untuk bekerja. Cuma siswa dengan nilai baik ataupun sangat baik yang bisa menjajaki Abitur. Abitur ialah uji selaku ketentuan kuliah di universitas.

Lulusan Hauptschule dapat langsung menjajaki Ausbildung( kerja praktek) sepanjang 3 tahun. Di Ausbildung tidak cuma belajar teori, tetapi betul- betul praktek supaya siap ke dunia kerja sesungguhnya. Apalagi sepanjang praktek ataupun magang di industri, siswa akan memperoleh pendapatan.

– Realschule

Realschule ialah semacam sekolah kejuruan yang berlangsung dari kelas 5 hingga 10. Nyaris sama dengan Hauptschule pula dipersiapkan untuk bekerja dan lulusannya akan menjajaki Ausbildung.

Kelainannya lulusan Realschule lumayan mempunyai nilai rata- rata supaya dapat menjajaki Abitur. Jadi lulusan Realschule dilatih siap kerja, tetapi pula memiliki kesempatan besar untuk melanjutkan kuliah.

– Gymnasium

Gymnasium berlangsung dari kelas 5 sampai kelas 12 ataupun 13. Di Gymnasium siswa belajar Fisika, Kimia, Hayati dll dengan bobot teori yang prosentasenya besar. Di akhir tahun, siswa akan menempuh uji Abitur yang diperlukan untuk masuk akademi besar. Jadi siswa Gymnasium memanglah dipersiapkan untuk melanjutkan kuliah di akademi besar.

3. Gesamtschule( sekolah kombinasi)

Tipe terakhir dari Sekolah Menengah di Jerman merupakan Gesamtschule yang mencampurkan ketiga tipe sekolah di atas. Penggabungan ini sebab siswa pada kelas 4 belum dapat memastikan opsi yang cocok dengan kemampuannya.

Yang menarik dari sistem pendidikan Jerman ini, siswa bisa pindah ke tipe sekolah yang lain cocok dengan kemamuan siswa. Sistem ini dapat membuat kemampuan siswa terasah dengan lebih optimal. Sehingga apapun tipe pekerjaan di Jerman, pekerjanya mempunyai mutu yang besar sebab telah terlatihsejak dari sekolah menengah.

Nah itu tadi sekilas menimpa sistem pendidikan di Jerman. Tertarik? Buat kalian yang tertarik melanjutkan riset di Jerman, kalian dapat mendatangi Studiva. com sebab Studiva ialah konsultan pendidikan besar Eropa yang dipelopori oleh alumni Jerman dan sudah menolong pelajar Indonesia kuliah di Eropa.

Mengenal Sistem Pendidikan di Amerika Serikat

Mengenal Sistem Pendidikan di Amerika Serikat – Untuk kamu yang berencana untuk melanjutkan sekolah di United States, kamu butuh ketahui dahulu nih tentang sistem pendidikannya. Semacam apa dan gimana sih sistem pendidikan di Amerika Serikat?

Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, sistem pendidikan bawah ataupun harus di Amerika Serikat merupakan 12 tahun ataupun 12 grade. Mulai dari sekolah primer kindergarten( sekolah persiapan) ataupun dari elementary school, kemudian bersinambung ke sekolah sekunder.

Sekolah bawah dan menengah harus untuk segala pelajar di Amerika Serikat. Tetapi, jenjang umur dimulainya pendidikan berbeda- beda di tiap negeri bagian. Ini tergantung pada kebijakan pendidikan yang berlaku.

Struktur Pendidikan

Sekolah Primer dan Sekunder

Untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih besar, pelajar Amerika merambah sekolah primer dan sekunder dalam waktu 12 tahun. Tahun- tahun ini diucap selaku grade( kelas) 1 hingga 12. Dekat usia 6 tahun, kanak- kanak A. S. mengawali sekolah primer, yang diucap selaku” elementary school( sekolah bawah).” Mereka merambah sekolah bawah sepanjang 5 ataupun 6 tahun dan setelah itu dilanjutkan dengan sekolah sekunder.

Sekolah sekunder terdiri dari 2 program: program awal merupakan” middle school( sekolah menengah)” ataupun” junior high school( sekolah menengah awal)” dan program kedua merupakan” high school( sekolah menengah atas).” Pelajar memperoleh diploma ataupun sertifikat sehabis lulus dari high school. Sehabis lulus high school( grade 12), pelajar A. S. bisa melanjutkan ke college( akademi besar 2- tahun) ataupun universitas. College ataupun universitas diketahui selaku” higher education( pendidikan besar).”

Sistem Penilaian

Semacam seperti pelajar Amerika, Kamu wajib mengirimkan transkrip akademik selaku bagian dari registrasi untuk penerimaan masuk ke universitas ataupun college. Transkrip akademik yang penuhi ketentuan merupakan statment formal dari nilai akademik Kamu. Di A. S., transkrip akademik tercantum” grade( nilai)” dan” Grade Point Average( GPA)/ Index Prestasi Kumulatif( IPK), yang ialah dimensi dari pencapaian akademik Kamu. Mata pelajaran umumnya dinilai dengan memakai persentase, yang nantinya akan diganti ke dalam evaluasi huruf.

Sistem evaluasi dan GPA di A. S. dapat membingungkan, spesialnya untuk mahasiswa internasional. Interpretasi evaluasi memiliki banyak alterasi. Selaku contoh, 2 pelajar yang merambah sekolah yang berbeda mengirimkan transkrip mereka ke universitas yang sama. Mereka bersama memiliki GPA 3, 5, namun pelajar awal merambah high school yang biasa- biasa saja, sebaliknya pelajar kedua merambah sekolah yang berprestasi. Universitas bisa menginterpretasi nilai GPA mereka secara berbeda sebab kedua sekolah memiliki perbandingan standar yang dramatis.

Oleh sebab itu, terdapat sebagian perihal berarti yang butuh diingat:

Kamu wajib mencari data tentang evaluasi A. S. yang proporsional dengan tingkatan terakhir pendidikan yang sudah Kamu selesaikan di negeri asal Kamu.

Beri atensi lebih untuk persyaratan- persyaratan penerimaan masuk dari tiap universitas dan college, dan program sarjana orang, yang dapat saja memiliki persyaratan yang berbeda dari universitas.

Bertatap muka secara tertib dengan penasihat pendidikan ataupun konselor untuk meyakinkan apakah Kamu penuhi seluruh persyaratan.

Penasihat pendidikan ataupun konselor bisa membagikan tutorial untuk memutuskan apakah Kamu wajib menghabiskan bonus waktu sebanyak satu ataupun 2 tahun untuk persiapan penerimaan masuk universitas ataupun college A. S. dalam penuhi persyaratan untuk merambah universitas di negeri asal mereka, sebagian lembaga pemerintah dan industri tidak mengenal pendidikan A. S.

Tahun Akademik

Kalender perkuliahan umumnya diawali pada bulan Agustus ataupun September dan dilanjutkan hingga bulan Mei ataupun Juni. Sebagian besar mahasiswa baru mengawali pada masa gugur, jadi hendaknya mahasiswa internasional pula mengawali pada dikala yang bertepatan. Awal- awal masa perkuliahan, ialah saat- saat yang mengasyikkan untuk mahasiswa. Ialah saat- saat dimana Kamu akan menciptakan sahabat baru, dimana seluruh masih dalam penyesuaian diri dengan fase baru dalam kehidupan akademik mereka. Sebagian besar mata perkuliahan dirancang untuk mahasiswa untuk diambil secara berentetan, diawali dari masa gugur dan setelah itu dilanjutkan selama tahun.

Tahun akademik terdiri dari 2 term yang diucap selaku” semester.”( sebagian akademi besar memakai 3 term kalender yang diucap selaku sistem” trimester”). Sebagian lagi memakai sistem kuarter dari 4 term, tercantum tahap opsi masa panas. Pada dasarnya, Kamu tidak menghitung tahap masa panas, tahun akademik terdiri dari 2 semester ataupun 3 term kuarter.

Sistem Pendidikan Besar A. S.: Tingkatan Pendidikan

Tingkatan Awal: Undergraduate( S1)

Mahasiswa yang merambah college ataupun universitas dan tidak mendapatkan gelar bachelor( S1), menempuh pendidikan di tingkatan undergraduate. Dibutuhkan waktu rata- rata 4 tahun untuk mendapatkan gelar bachelor. Kamu bisa mengawali pendidikan untuk mengejar gelar bachelor di community college( akademi besar 2- tahun) ataupun di universitas ataupun college bermasa riset 4- tahun.

Dalam 2 tahun awal, Kamu akan diharuskan untuk mengambil kelas- kelas dalam mata kuliah yang berbeda, yang diketahui selaku mata kuliah prasyarat: literatur, sains, ilmu sosial, seni, sejarah, dan lain sebagainya. Ini akan menolong Kamu dalam memperoleh pengetahuan secara universal, selaku bawah untuk mengkhususkan diri dalam bidang riset yang lebih khusus.

Banyak mahasiswa yang memilih community college untuk memenuhi 2 tahun awal mata kuliah prasyarat. Mereka akan mendapatkan gelar transfer Associate of Arts( AA) dan setelah itu bisa mentransfer ke universitas ataupun college bermasa riset 4- tahun.

” Major( jurusan)” merupakan bidang riset khusus dimana pendidikan Kamu akan lebih ditunjukan. Selaku contoh, bila major seorang merupakan jurnalisme, mereka akan mendapatkan gelar Bachelor of Arts in Journalism( Sarjana Seni di Jurnalisme). Kamu akan diharuskan untuk mengambil sebagian mata kuliah dalam bidang ini dalam penuhi persyaratan mendapatkan gelar di major tersebut. Kamu wajib memilih major Kamu pada permulaan tahun ke- 3.

Sistem pendidikan Amerika memiliki kepribadian yang sangat unik ialah Kamu bisa merubah major Kamu lebih dari satu kali. Sangatlah normal untuk mahasiswa Amerika untuk mengubah major sebab mereka lebih unggul ataupun lebih berminat dalam bidang tertentu pada sesuatu waktu dalam riset undergraduate mereka. Walaupun sistem pendidikan Amerika sangat fleksibel, butuh dicermati kalau dalam penggantian major mereka dapat saja wajib mengambil mata kuliah lagi, yang berarti akan memakan waktu dan bayaran yang lebih banyak.

Tingkatan Kedua: Graduate( Pascasarjana) untuk mengejar Gelar Master( S2)

Dikala ini, college ataupun lulusan universitas dengan gelar bachelor wajib berpikir secara sungguh- sungguh tentang pendidikan graduate untuk merambah profesi spesial ataupun untuk tingkatkan karir mereka. Gelar ini umumnya ialah mandatori untuk posisi yang lebih besar dalam ilmu bibliotek, metode mesin, behavioral health( kesehatan sikap) dan pendidikan.

Berikutnya, mahasiswa internasional dari sebagian negeri cuma diijinkan untuk menempuh pendidikan di luar negara dalam tingkatan graduate. Kamu wajib menyelidiki kebutuhan- kebutuhan kredensial untuk memperoleh pekerjaan di negeri Kamu saat sebelum mendaftar ke universitas postgraduate( S3) di A. S.

Program graduate umumnya divisi dari universitas ataupun college. Untuk menaikkan peluang dalam penerimaan masuk, Kamu butuh mengambil GRE( Pengujian Nilai Pascasarjana). Sebagian program master mengharuskan nilai tertetntu, semacam LSAT untuk hukum, GRE ataupun GMAT untuk bisnis, dan MCAT untuk medis.

Program graduate untuk mengejar gelar master pada biasanya memakan waktu satu ataupun 2 tahun. Selaku contoh, MBA( Master Bisnis) merupakan program yang sangat terkenal yang bisa memakan waktu 2 tahun. Program- program master yang lain semacam jurnalisme, cuma memakan waktu satu tahun.

Sebagian besar program- program master diajarkan di ruang kelas dan mahasiswa graduate wajib mempersiapkan karangan yang lumayan panjang yang dinamakan” masters thesis( tesis master)” ataupun memenuhi” masters project( proyek master).”

Tingkatan Ketiga: Graduate( Pascasarjana) untuk mengejar Gelar Doctorate( Doktoral/ S3)

Pencapaian gelar master ialah langkah awal untuk mendapatkan gelar PhD( doctoral). Di sebagian akademi besar, mahasiswa dapat merambah jenjang doktoral tanpa mendapatkan gelar master. Gelar PhD dapat diperoleh dalam waktu 3 tahun ataupun lebih. Untuk mahasiswa internasional, dapat memakan waktu 5 ataupun 6 tahun.

Dalam 2 tahun awal, sebagian besar kandidat doktoral mendaftar untuk kelas- kelas dan seminar. Paling tidak untuk satu tahun dihabiskan untuk riset dan menulis tesis ataupun disertasi yang terdiri dari pemikiran, rencana, ataupun riset yang belum sempat diterbitkan.

Disertasi doktoral merupakan dialog dan kesimpulan dari topik yang diberikan. Sebagian besar universitas yang memiliki program doktoral pula mengharuskan kandidat mereka untuk memiliki keahlian membaca dalam 2 bahasa asing, untuk menghabiskan waktu yang diharuskan” in residence( dalam kediaman),” untuk lulus dalam uji yang diberikan kepada kandidat ke program PhD, dan untuk melewati uji oral dalam topik yang sama dengan disertasi.

Mengenal Sistem Pendidikan di Thailand

SEKILAS MENGENAI THAILAND

Thailand ialah negeri monarki konstitusional yang dipandu oleh Raja Rama IX, Raja Bhumibol Adulyadej, selaku kepala negeri dan Perdana Menteri, dikala ini Yingluck Shinawatra, selaku kepala pemerintahan. Thailand dibagi ke dalam 76 wilayah pemerintahan( propinsi) yang diketahui dengan istilah changwats dan 2( 2) Wilayah Spesial Bangkok dan Pattaya. Propinsi berikutnya dibagi ke dalam beberapa distrik( setara dengan kabupaten) dan sub- distrik( setara dengan kecamatan). Populasi penduduk Thailand sebagian besar terdiri dari suku Thai dan beberapa suku minoritas semacam Cina, Akha, Lisu, Karen, Hmong, suku- suku pegunungan di wilayah utara Thailand dan Melayu di Thailand selatan. Sistem Pendidikan dI Thailand

Sistem Pendidikan Di Thailand

Sistem pendidikan Thailand mempraktikkan 9 tahun harus belajar, dengan 12 tahun pendidikan free hingga menuntaskan pendidikan sekolah menengah atas. Gambar 1. 1 menampilkan struktur pendidikan di Thailand yang secara universal terdiri dari 3 tahun Anuban ataupun halaman anak- anak, 6 tahun Prathom( sekolah dasar), 6 tahun Mattayom( sekolah menengah awal dan atas), pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi. Harus belajar di Thailand mempraktikkan keharusan untuk anak- anak untuk mulai sekolah di Prathom 1 ataupun kelas 1 sekolah dasar mulai usia 6 tahun. Meski tidak terdapat kewajiban anak- anak untuk turut Anuban( TK) saat sebelum masuk SD, tetapi sebagian besar orang tua mengirimkan anak- anaknya untuk masuk TK.

Baca Juga: 7 Hal Menarik Tentang Sistem Pendidikan Di Korea Selatan

Pendidikan Dasar

Lebih dari 75% anak- anak umur 3- 5 tahun memperoleh pendidikan umur dini. Meski pada hakikatnya pendidikan umur dini disediakan oleh pemerintah lewat sekolah- sekolah dasar negeri, Departemen Pendidikan secara aktif mendesak sekolah- sekolah swasta dan pemerintah wilayah untuk bisa memainkan peranan yang signifikan untuk turut ikut serta dalam pendidikan usai dini. Oleh sebab itu, akhir- akhir ini nampak banyak sekali pendidikan umur dini yang ditawarkan oleh institusi pendidikan swasta.

Perihal ini nampak jelas di Bangkok dan sekitarnya, diisyarati dengan tumbuhnya beberapa lembaga pendidikan dini yang dikelola oleh swasta. Pendidikan dasar di Thailand dimaksudkan selaku 12 tahun belajar yang dibagi jadi 6 tahun sekolah dasar( Prathom 1- 6), diiringi dengan 3 tahun sekolah menengah awal( Mattayom 1- 3) dan 3 tahun sekolah menengah atas( Mattayom 4- 6). Semenjak tahun 2003, harus belajar sudah diperluas hingga 9 tahun( 6 tahun sekolah dasar dan 3 tahun sekolah menengah awal), tetapi pendidikan sekolah digratiskan hingga 12 tahun sehingga siswa diharapkan bisa menuntaskan pendidikan hingga Mattayom 6, ataupun setara dengan tamat SMU.

Kurikulum nasional muat 8 mata pelajaran inti ialah: Bahasa Thai, Matematika, Sains, Ilmu Sosial, Agama dan Budaya, Kesehatan dan Olah raga, Seni, Karir dan Teknologi, dan Bahasa Asing. Fleksibilitas kurikulum membolehkan integrasi budaya dan kearifan lokal sehingga tidak berubah- ubah dengan standar keluaran pendidikan. Dengan diterapkannya harus belajar, angka partisipasi agresif( APK) untuk tingkatan sekolah dasar cukup tinggi mencapai 98. 3 persen untuk populasi anak berusia 6- 11 tahun( 2010). Sedangkan APK untuk sekolah menengah awal pada tahun 2010 menampilkan lebih besar dari 90 persen, tetapi pada tingkatan menengah atas cuma berkisar sebesar 60 persen( Unesco, 2011).

Pendidikan Vokasi Dan Teknik

Pendidikan vokasi dan metode secara resmi dilaksanakan dengan 3 tingkatan: tingkatan menengah atas( setara dengan SMK di Indonesia) dengan masa riset 3 tahun, tingkatan diploma dengan masa studi 2 tahun dan tingkatan sarjana dengan masa riset 2 tahun sehabis menuntaskan tingkatan diploma. Pendidikan vokasi dan metode dilaksanakan pada technical college, misalnya Minburi Technical College dll. Tetapi dikala ini sebagian besar technical college di Thailand cuma menawarkan program 5 tahun yang terdiri dari 3 tahun tingkatan menengah atas dan 2 tahun diploma, sehingga siswa biasanya menghabiskan masa 5 tahun sampai berakhir dari college semacam ini.

Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi di Thailand dijalankan di universitas, institut metode, sekolah tinggi( college) profesi dan metode dan universitas pendidikan. Pendidikan tinggi di Thailand bisa dibagi jadi 2 isntitusi. Yang awal, institusi pendidikan tinggi yang terletak di dasar Departemen Pendidikan, semacam universitas negara dan swasta, institusi profesi/ teknik dan pertanian, dan sekolah tinggi( college) pendidikan guru. Yang kedua institusi- institusi spesial yang terletak di dasar departemen lain, semacam sekolah tinggi seni Thai klasik yang terletak di dasar Departemen Kebudayaan, sekolah tinggi keperawatan yang terletak di dasar Departemen Kesehatan, dll. Perubahan- perubahan yang mendasar pada pendidikan tinggi nampak dari meningkatnya jumlah universitas swasta dalam sebagian tahun belum lama ini. Dalam perihal universitas negara, pergantian nampak pada:

1. Universitas- universitas negara sudah jadi lebih independen

2. Institusi yang tadinya dikatagorikan selaku Rajabhat( universitas yang berkonsentrasi menciptakan guru), saat ini sudah berganti jadi universitas komprehensif sehingga menawarkan program- program lain tidak hanya pendidikan

3. Sebanyak 35 Rajamangala Institutes of Technology yang tersebar di segala Thailand saat ini dibangun jadi 9 universitas regional, tanpa merubah nama institusinya. Maksudnya, tiap regional Rajamangala Institutes of Technology mempunyai sebagian kampus.

Dikala ini lebih dari 2, 2 juta mahasiswa belajar di universitas negara dan swasta di Thailand. Angka partisipasi universitas sudah bertambah secara signifikan dalam sebagian tahun terakhir ini dari rata- rata 26% jadi 40%. Perihal ini mungkin besar diakibatkan sebab meningkatnya peluang kuliah akibat pertambahan universitas swasta. Dikala ini terdapat 78 universitas negara dan 89 universitas swasta di Thailand

7 Hal Menarik Tentang Sistem Pendidikan Di Korea Selatan

7 Hal Menarik Tentang Sistem Pendidikan Di Korea Selatan – Sistem pendidikan di Korea Selatan menjadikan negara ginseng ini masuk dalam deretan negara di Asia yang sudah sukses menembus peringkat dunia dalam zona pendidikan. Korea Selatan merupakan contoh negara yang tidak cuma memiliki keelokan alam, namun pula budaya dan seni.

Korea Selatan pula ialah destinasi untuk para turis lokal ataupun asing. Hal ini pula menunjang pertumbuhan ekonomi besar sehingga mendapatkan julukan selaku Harimau Asia.

Tidak cuma pada sektor pariwisata ataupun ekonomi, Korea pula populer sebab K- Pop. Tidak sedikit asal Korea yang sudah sukses penghargaan internasional. Jadi hal ini pula jadi alibi kenapa tidak sedikit muda- mudi yang malah mau kuliah di Korea sebab telah terlanjur cinta dengan seluruh hal yang terdapat di Korea.

Fakta Pendidikan Korea Selatan

Apalagi dalam zona pendidikan, Korea Selatan malah terletak satu peringkat lebih maju jika dibanding dengan sistem pendidikan di Finlandia. Korea terletak pada peringkat ke- 11 dalam evaluasi siswa internasional yang dicoba oleh OECD. Segala siswa pula sukses menempati ranking paling tinggi dalam uji komparatif internasional.

  • 1. Belajar sampai 50 jam per minggu

Korea Selatan sukses melaksanakan jam sekolah lebih lama ialah 50 jam per pekan jika dibanding dengan sistem pendidikan di Finlandia yang cuma 30 jam per pekan. Generasi milenial Korea Selatan memiliki tuntutan besar supaya unggul dalam zona pendidikan.

Warga Korea memiliki prinsip pendidikan, ialah manusia akan mati jika tidak memiliki pendidikan baik. Mereka pula sangat yakin kalau seorang yang memiliki pendidikan besar tentu sanggup mengangkut status derajatnya.

  • 2. Masa Riset SD sampai Kuliah

Pada jenjang pendidikan sekolah dasar, para pelajar menghabiskan waktu sepanjang 6 tahun. Sebaliknya jenjang SMP memerlukan waktu 3 tahun sama semacam jenjang pendidikan SMA. Kala menempuh perkuliahan pada jenjang pendidikan S1,

hingga masa kuliah berjalan dari 3 sampai 6 tahun. Berbeda dengan pendidikan S1, perkuliahan S2 cuma memerlukan waktu 2 tahun.

  • 3. Belajar 16 Jam di Sekolah

Para pelajar di Korea Selatan menghabiskan waktu sepanjang 16 jam untuk mengajar tiap harinya. Maksudnya mereka menempuh pendidikan di sekolah dari pagi sampai malam hari. Seperti itu kenapa banyak pelajar yang berkacamata sebab sangat lama belajar, terlebih ada kewajiban membaca sepanjang di sekolah.

Berbeda dengan para pelajar di Indonesia yang jam pelajarannya terkadang kerap kosong. Para pelajar Korea malah tidak memiliki waktu untuk melaksanakan aktivitas lebih ataupun apalagi melaksanakan aksi anarkis antar pelajar sebab memanglah telah tidak memiliki waktu.

Baca Juga: Mengenal Sistem Pendidikan di Singapura

  • 4. 5 Mata Pelajaran Utama

Sama semacam di Indonesia, terdapat sebagian mata pelajaran utama yang harus dipelajari oleh segala pelajar di Korea. Sebagian mata pelajaran tersebut ialah Matematika, Bahasa Inggris, Riset Sosial, Sains, dan Bahasa Korea. Segala mata pelajaran tersebut harus sebab berhubungan erat dengan pengetahuan dalam ranah akademisi.

Tidak heran jika kepintaran para pelajar Korea Selatan dalam hal pengetahuan alam ataupun pengetahuan sosial telah tidak diragukan lagi. Meski demikian,

ada pula mata pelajaran yang tidak memperoleh porsi besar, yaitu olahraga.

  • 5. Akses Internet

Korea Selatan terletak dalam deretan negara yang memiliki akses internet kencang dengan kecepatan sampai 10 Gbps. Jika kalian mau membuka taman daring dengan banyak fitur, cuma perlu kurang dari 5 detik untuk membukanya di Korea.

Seperti itu kenapa seluruh pelajar dapat memakai internet dalam bermacam kebutuhan tercantum belajar, bermain, ataupun download bermacam file besar. Hampir semua sekolah pasti sudah ada akses internet.

Inilah keunggulan para pelajar di Korea sebab memiliki akses belajar digital. Berbagai data di dunia dapat langsung mereka akses memakai jaringan internet luar biasa kenceng.

  • 6. Tenaga Pendidik Korea Selatan

Apabila kalian sangat kerap membaca bermacam kabar di Indonesia, banyak pelajar masih belum dapat menghargai ataupun menghormati guru. Hal ini tidak akan terjalin jika kalian sekolah di Korea Selatan.

Para pelajar Korea Selatan memiliki Kerutinan untuk menghormati guru sebab profesinya yang dipercaya sangat berjasa untuk negara.

Para tenaga pendidik di Korea Selatan pula populer disiplin, keras, dan tegas dalam mendidik para pelajarnya. Apalagi terkadang masih terdapat hukuman raga untuk tujuan biar para pelajar di Korea Selatan sanggup menguasai modul di kelas.,

  • 7. Sekolah Hingga Sabtu

Sistem pendidikan di Korea Selatan mengharuskan para pelajar masuk apalagi dikala Hari Sabtu. Tidak terdapat yang istimewa pada hari Sabtu meski akhir minggu, yang maksudnya kalian masih wajib belajar dari pagi sampai sore. Hal ini malah sangat berbeda dengan bermacam sekolah yang terdapat di Indonesia. Kebijakan semacam membagikan jam pendek sebab sekolah akhir minggu diterapkan.

Mengenal Sistem Pendidikan di Singapura

Mengenal Sistem Pendidikan di Singapura – Singapura ialah negara kecil yang terletak dekat dengan Indonesia. Banyaknya tempat menarik semacam tempat belanja di Singapura, tempat wisata di Singapura sampai pendidikan di Singapura membuat negara ini kerap di kunjungi oleh masyarakat negara Indonesia.

Banyak orang Indonesia yang bersekolah di Singapura. Tidak sedikit pula dari pelajar Indonesia melanjutkan studinya kuliah di Singapura. Normal saja, sekolah- sekolah dan universitas di Singapura memanglah populer dengan kualitasnya. Misalnya saja Nanyang Technological University ataupun National University of Singapura. Ditambah lagi dengan jaraknya yang tidak jauh dari Indonesia, pasti banyak orang bercita- cita untuk berkuliah di Singapura.

Kita sudah mengenali kalau sistem pendidikan di Finlandia merupakan yang terbaik di dunia. Tetapi, sistem pendidikan di Singapura tidak kalah dari Finlandia. Teruji dengan banyaknya lulusan Singapura yang sudah berhasil. Sistem pendidikan di Singapura mempunyai sistem yang lumayan efisien. Tidak hanya itu, tenaga pengajar dan infrastruktur yang mencukupi membuat pendidikan di Singapura terus menjadi maju.

Semacam di negara besar lain, Singapura menyangka pendidikan merupakan masa depan dari sesuatu negara untuk menggapai cita- cita mereka. Oleh sebab itu Singapura memanglah sangat mencermati bidang pendidikan ini. Mereka sangat fokus dalam pengembangan pendidikan dari jenjang pra sekolah sampai akademi besar.

Untuk memahami sistem pendidikan di Singapura coba kita amati pembahasan berikut.

Baca Juga: Sistem Pendidikan di Jepang: Apa Perbedaannya dengan Sistem Pembelajaran di Indonesia?

Pra- sekolah di Singapura

Untuk mendaftar pra- sekolah di Singapura, seseorang Anak wajib berumur 3- 6 tahun.

Pra- sekolah di Singapura pula menawarkan tempat penitipan Anak. Seluruh pra- sekolah dioperasikan oleh yayasan, tubuh keagamaan, lembaga sosial dan organisasi bisnis. Periode belajar untuk Kanak- kanak pra- sekolah berlangsung sepanjang 2½– 4 jam dan 5 hari dalam seminggu. Pada tingkatan ini yang diutamakan merupakan menekuni bahasa ialah bahasa Inggris selaku bahasa utama dan bahasa Mandarin selaku bahasa kedua.

Sekolah Dasar di Singapura

Semacam di Indonesia, Sekolah Dasar di Singapura pula memerlukan waktu 6 tahun untuk menyelesaikannya. Pada jenjang ini, para siswa akan menekuni bahasa( Inggris, Mandarin, Melayu), Matematika, Musik, Kesenian, Berolahraga dan pula Ilmu Pengetahuan Sosial. Matematika yang di ajarkan di sekolah dasar ini diadopsi dengan memakai materi- materi dari standar Internasional.

Seseorang siswa wajib menampilkan hasil belajarnya pada tahun ke 6 dengan melaksanakan tes kelulusan Sekolah Dasar. Bisa jadi semacam Tes Nasional di Indonesia. Siswa asing pula bisa turut dan dalam tes ini.

Tingkatan Sekolah Menengah

Di sekolah menengah ini, siswa akan dipecah ke dalam 2 kelompok. Kelompok awal merupakan kelompok GCE N (Wajar). Sedangkan itu kelompok ke 2 merupakan kelompok GCE O (Ordinary). Dari namanya saja bisa jadi kita dapat menduga. GCE O merupakan kumpulan siswa- siswa berprestasi. Pada jenjang ini, aktivitas belajar dicoba sepanjang 4 tahun. Untuk GCE N dapat memperoleh sertifikat GCE O jika melaksanakan sesuatu tes pada tahun ke 5.

Kurikulum pada tingkatan sekolah menengah di Singapura ini sudah di akui oleh internasional.

Perguruan Tinggi

  • Sehabis menuntaskan tes Tingkat GCE O, siswa diberi bermacam berbagai opsi. Mereka bisa mendaftar ke akademi besar junior( Junior College) maupun politeknik.
  • Junior College. Sehabis sukses duduk lulus dari GCE O, siswa bisa melanjutkan riset ke Junior College( pra- universitas) sepanjang 2- 3 tahun. Tujuan dari jenjang ini merupakan mempersiapkan siswa untuk masuk ke dunia universitas
  • Politeknik. Politeknik menawarkan bermacam jurusan semacam Teknik, Ilmu Pengetahuan Bisnis, Komunikasi, Desain dan Info- Komunikasi. Bisa jadi jenjang ini mirip dengan tingkatan Diploma di Indonesia.
  • Pendidikan tingkatan tersier. Mereka yang penuhi ketentuan bisa berupaya bergeser ke tingkatan tersier. Jenjang ini merupakan jenjang dimana mereka bukan lagi di sebut siswa melainkan mahasiswa. Ya dunia universitas terdapat di jenjang ini.

Sekolah Internasional dan Sekolah Swasta

Walaupun sekolah swasta di sana terbuka untuk orang- orang Singapura, namun mereka tidak mempunyai diperbolehkan untuk menjajaki sekolah swasta tersebut. Mereka tidak diizinkan menjajaki sekolah internasional. Singapura mempunyai bermacam sekolah internasional bertujuan untuk melayani para ekspatriat disitu.

Kurikulum di sekolah- sekolah tersebut mengikuti kurikulum negara asal sekolah tersebut. Biayanya bermacam- macam namun minimun merupakan SGD$ 24. 000 per tahun.