Penyembuh Luka

Luka diturunkan dari generasi ke generasi. Buyut pemarah, kakek pemarah, ayah pemarah, aku pemarah, anakku pemarah, cucuku pemarah, cicitku pemarah. Kecuali seseorang dari generasi ini menyadari, lalu menyembuhkan luka. Kadang kita ga tau bahwa sedang ada luka. Atau tahu ada luka tapi tidak tahu itu perlu disembuhkan atau tidak. Atau sadar perlu disembuhkan, tapi ga tahu cara menyembuhkannya; kadang ga tahu juga bisa minta tolong ke siapa.

Ketika seseorang trauma melihat ibunya dipukuli ayahnya, lalu dia berjanji untuk tidak pernah memukuli wanita. Kemudian dia menjadi lelaki yang paling tajam lidahnya, sebagai ganti dia memukul. Lidahnya lebih tajam dari pukulannya andaikata dia memukul. Maka generasi itu belum sembuh. Merasa lebih baik namun tidak lebih baik. Karena merasa sembuh.

Jadi kalo kita menemukan betapa ‘unik melukai’ banyak ada dalam tindakan manusia saat ini; tanpa kejelasan logis kenapa manusia itu bertindak begini begitu, maka maklumi saja. Menjadi ‘unik melukai’ itu sudah berat. Lebih berat daripada Dilan. Menanggung luka dan trauma dalam, lalu menyalurkannya ke generasi selanjutnya (1), lingkungan dia hidup (2), dan interaksi-interaksi dia miliki (3).

Luka bisa jenis karakter buruk. Karakter yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan untuk lingkungan dia pada saat itu bahasa halusnya. Semua sedih, dia ketawa sendiri, contohnya. Bisa juga jenis batasan-batasan. Sehingga tidak bisa bebas terbang tinggi. Saat ingin atau butuh terbang tinggi. Saat semua bilang dan melihat dia bisa terbang tinggi namun dia ga bisa terbang tinggi. Ada saja selalu hal-hal yang membuat dia ga bisa terbang tinggi.

Luka bisa diturunkan dari generasi ke generasi. Yang runyam saat antar generasi saling berpasangan. Tak sadar saling menghunus saat berusaha saling memeluk. Dan sama-sama tidak mengerti kenapa bisa saling melukai tanpa henti. Lalu hal tersebut disaksikan anak-anak mereka. Dan dilanjutkan…, generasi demi generasi.

Ada yang pernah bilang, pertumbuhan usia belum tentu diiringi dengan pertumbuhan kedewasaan

Saat kita menemukan luka-luka tersebut. Dalam diri dan hubungan-hubungan. Langkah-langkah penyembuhan :

  1. Akui punya luka. Tidak perlu menyalahkan siapa-siapa
  2. Doa, minta dilepaskan dari koneksi negatifnya
  3. Minta maaf. Pada diri sendiri, dan semua

Akan ada bagian-bagian beban terlepas. Sensasi tubuh melepas sesuatu. Bisa jadi. Kebanyakan gitu. Trus hidup jadi lebih enteng

 

Lelaki dan Perempuan

Lelaki menemukan dirinya sebagai lelaki, lalu membutuhkan perempuan yang memang tau sadar dirinya perempuan. Lelaki tahu, perempuan tahu. Perihal dirinya masing-masing. Lalu mereka saling tertarik. Lalu mereka bersatu.

Mereka saling tahu bahwa salah satu dari mereka adalah laki-laki dan salah satu dari mereka adalah perempuan. Sang lelaki tahu dirinya laki-laki. Sang perempuan tahu dirinya adalah seorang perempuan. Namun masing-masing dari mereka tidak tahu perihal pasangannya masing-masing. Bahwa laki-laki bukan perempuan dan perempuan bukan laki-laki.

Singkat cerita mereka sama-sama terluka, saat berusaha menjadi satu. Saat beritikad baik untuk menjadi terbaik untuk pasangannya masing-masing. Saat semua harapan terbaik diharapkan.

“Non, logikanya kan seperti ini!”

“Kenapa kok ambil keputusan seperti itu?!”

Perempuan tak bisa membantah. Di logika memang begitu. Namun perasaannya tidak bisa begitu. Perasaannya tidak bisa bahagia dengan logika seperti itu. Ini tidak bisa dibasuh hanya dengan : patuh terhadap lelaki adalah jaminan surga.

Tidak bisa mudah bahagia dengan : akadnya, janjinya kan seperti itu.

Jadi kalo kamu, kalian, anda, merasa ada sesuatu yang perihnya berkelanjutan. Perihal pasangan masing-masing. Dan tetap saling mencintai. Namun ingin lebih bahagia, bukan sekedar cinta.

Jadi kamu kalian anda dan semua rekan-rekan memiliki kegagalan berulang, perih berulang, sudah mencoba berbagai cara namun tak kunjung tercapai. Andai hitungan rugi sudah miliaran, ratusan juta, puluhan juta.

Jadi kamu kalian anda dan semua rekan-rekan di muka bumi ini rela menyerahkan Rp 25.000.000,- agar masalah beban hidup yang mencandu itu jadi pergi. Berganti bahagia. Berganti ketenangan hidup. Berganti asa-asa yang tercapai. Anda bisa menghubungi kami. Pada bagian situs ini ada sebuah nomor yang bisa di kontak. Mungkin Anda cukup beruntung dalam 1-2 minggu masalah Anda selesai.

===

Contoh narasi iklan. Iklan yang serius. Karena itu juga bagian dari jasa kami. Kami akan serahkan Anda langsung pada ahlinya. Bukan saya.