Susun Ulang Narasi Hidupmu untuk Mencapai Tujuanmu

Kamu siapa? Mau apa? Mau kemana? Apa tujuan-tujuanmu? Apa manfaatmu menjadi ada? Rasamu apa?

Suatu kali seorang triliuner bilang padaku secara personal saat aku memutuskan banyak belajar banyak darinya. Di suatu musim, saat kemarau panjang di batin. Mungkin karena bertubi-tubi kekurangan. Seperti pola kebiasaan menahun. Sehingga ga sadar merasa semuanya sudah benar. Padahal sebenarnya bisa diperbaiki. Triliuner itu bilang padaku :

Aku ini ga lebih sibuk darimu, tapi aku menghasilkan jauh lebih banyak darimu

Kamu harus banyak berpikir. Memikirkan banyak hal. Berpikir ulang. Temukan hal-hal yang bertentangan dalam hidupmu. Bertentangan dalam premis-premismu.

Ini bahasa dan contoh sederhananya :

Misal : Jika dulu kala aku pernah menentang dan mengharamkan MLM, lalu saat ini (20 tahun kemudian) aku terjun dalam bisnis MLM. Maka aku yang sekarang harus menemui aku yang dulu dan berdialog. “Hey apa kabarmu, ayo kita bicara…”

Saat ini mungkin aku sedang menyusun ulang tujuan hidupku. Setidaknya itu niatku. Tujuan hidup aku tulis dicatatan dan dibenak, lalu mendialogkannya dengan diriku yang kemaren – saat ini – dan diriku di masa depan. Aku dan kami menemukan banyak perbedaan. Perbedaan pandangan.

Keputusan-keputusan yang dangkal di masa lalu karena keterbatasan informasi atau kurang bijak dalam menyikapi sesuatu. Dan kami membicarakan panjang lebar. Sesering kami mampu.

Okta dan Bambang

Beberapa sahabat aku panggil. Berbagai teknik aku dengar. Beberapa buku berbicara. Dan nanti 6 oktober pun ku jadwalkan privat seminar.

  1. Tentukan tujuanmu, dan posisimu sekarang
  2. Bangun narasi indah perihal itu
  3. Lalu bungkam dan buang narasi-narasi lama dalam benak sadar maupun alam bawah sadar yang bertentangan dengan tujuanmu sekarang
  4. Bangun premis-premis searah yang saling mendukung
  5. Cek selalu progresnya

Beberapa kali tubuh bergetar. Menggigil. Melepas sampah-sampah emosi dan koneksi negatif masa lalu. Mengakuinya (1), Mohon Ampun (2), Memutuskan untuk Memutus Koneksinya (3), Demi Kebaikan Bersama (4), lalu Memohon Kebaikan pada RABB (5). Setidaknya itu skemanya.

Jika sadarmu ke timur, pastikan tidak sadarmu juga ke timur. Selalu akan ada jalan bagi yang benar-benar berusaha 🙂