Selamanya Guru adalah Guru

Lupa tahunnya, ingat lokasinya. Di TP, ada SMS masuk. Seseorang yang perlu asisten untuk mengajar online. Dari Malang. Siap mengajari, trus kerjasama bantu mengajar. Karena beliau sudah cukup sibuk. Banyak panggilan mengajar kesana kemari.

Singkat cerita kami bertemu di Hotel di sebelah Delta. Setelah beliau mengajar. Singkat cerita lagi beberapa waktu kemudian ku ke Malang. Belajar. Banyak hal, bukan sekedar belajar online. Tetapi kemudian aku tidak jadi asistennya. Aku yang nakal. Ga komit. Karena kupikir aku ga akan mengajar online.

Sampai pada suatu musim yang kepepet. Ternyata butuh duit. Ga ngerti harus kemana lagi. Ku memberanikan diri mengajar. Dibayar Rp 250.000,- privat. Lalu 15 juta (Ar********), dst dst dst

Kemana-mana aku bawa namanya. Pernah belajar padanya. Baca doa bersama dengan murid-muridku diawal setiap mau belajar bersama. Karena ilmu online gratisan ini memang dari beliau. Agus Piranhamas.

Sampai beberapa waktu yang lalu kok rasa-rasa pengen bertemu beliau. Ada puzzle yang perlu kutemukan. Mungkin juga rindu guru. Kusampaikan pada Hisyam.

“Ayo kita jadwalkan, biasanya Selasa. Dirumahnya”

Hisyam setiap Senin dan Selasa ‘konon’ ngajar di Brawijaya kampus. Kupikir tepat. Sampai 2 hari yang lalu ada pertemuan teman-teman OMG Jatim di┬áDinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur Jl. Ahmad Yani No. 242-244, Surabaya.

Dan pagi ini nggojek kesana.

Bertemu dengan beliau cukup salting diawal. Sungkem. Perantara ilmu beliau juga jadi hari ini. Ratusan kalo ga ribuan murid didikanku dan mendidik generasi selanjutnya.

“Anak berapa sekarang?”

Pertanyaan awal beliau…