Jakarta, Beberapa Waktu yang Lalu

Beredar dan bertemu dengan banyak orang membuat kita banyak belajar. Perihal kebutuhan-kebutuhan, dan apa yang bisa kita bantu. Kita bisa berperan dimana.

Tantangan-tantangan di lapangan. Delegasi-delegasi yang bisa dilakukan lebih cepat. Mendengarkan dan solusi. Menjelaskan kenapa begini begitu. Kenapa pengambilan keputusannya ini dan kebijakannya begitu.

Dulu aku berpikir menjadi bagian dari manajemen MCI adalah demi membantu bosku.

“Aku bantu kamu Bro, 5 tahun saja”

Faktanya kini hasratku bergesar. Bantu member-member menemukan kemampuan terbaiknya, meningkatkan taraf hidup mereka melalui kebijakan-kebijakan yang memudahkan mereka memasarkan produk-produk ini.

Faktanya setelah melihat betapa banyak hidup perseorangan dan keluarga berubah bumi langit. Meningkat tajam setelah menjalankan bisnis ini. Membuat hatiku tergerak untuk berperan lebih banyak.

Kalo bantuin bos kan dah tajir. Ga ngefek-ngefek banget buat ningkatin kekayaannya. Namun bantuin orang yang awalnya rumahnya 3×4 meter persegi jadi 15×25 meter persegi dan tingkat. Atau membuat mereka banyak memelihara anak yatim. Atau sebagian dari mereka jadi bangun masjid. Daln lain-lain. Dan lain-lain.

Tanggal 30 Oktober 2019 aku sampaikan perihal itu ke bosku.

“Aku ga bantu kamu Bro, ga ngefek. Aku bantu member-member. Hidupnya jadi lebih baik”

Aku jadi waras.

500 Juta MCI; Keliling

Perjalanan panjang : Surabaya – Pemalang – Tasikmalaya – Bandung – Bekasi – Jakarta – Solo – Surabaya. Tandem dengan Senki. Misi utama bagi-bagi plakat penghargaan penerima reward 500 juta MCI : Diamond Elite; plus bantu tanya jawab member-member, bawa solusi. Misi kedua : hunting SDM barsitek (Pemalang – Solo). Misi ketiga : beberes tanggung jawab masa lalu : temuin, minta maaf, perbaiki, bantu arah bisnisnya. Misi keempat : Lukman SOP.

Seperti biasa, ga sampe lama dah dapat banyak kiriman foto anak. Biar ga ‘lupa’ maksudnya mungkin. Hehe

Berdialog dengan banyak orang. Mendengarkan. Mencoba menemukan solusi; sebenarnya membantu banyak hal dalam diri sendiri juga. Mengingatkan akan banyaknya teknis solusi untuk pencapaian diri juga sebenernya. Bagiku. Pertanyaan-pertanyaan mereka sebenernya juga sebagai pengingat diri.

Aku mulai mencintai pekerjaan ini. Mencintai pasukan ini.