Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan beberapa relasi yang tujuan mereka adalah konsultasi bisnis. Bagaimana cara meningkatkan omset, strategi pemasaran, strategi branding, dan sejenis lainnya. Karena waktu saya terbatas, kerja kantoran di sebuah perusahaan Network Marketing besar lokal Indonesia, biasanya klien-klien saya ajak untuk datang saja ke kantor. Lebih hemat waktu, biaya, dan energi untuk saya. Ketimbang bertemu di kafe, hotel, warkop; untuk klien yang ‘baru bisa ngomong’ kalau sambil merokok, baru saya ajak ke kafe yang letaknya disamping kantor. Ada tempat merokoknya. Sip.

Cukup menyenangkan bagi saya untuk bisa berkontribusi ide dan beberapa peran lain yang dibutuhkan dalam pertumbuhan bisnis mereka. Rata-rata pebisnis baru mencoba menemukan ‘peran’ atau posisi mereka di ‘benak’ konsumen dalam dunia penjualan yang setiap harinya selalu ada pemain baru. Bersaing. ‘Cari muka’ dalam artian positif. Memaksimalkan usaha bagaimana cara membombardir media/dunia dengan tagline menarik yang membuat konsumen tak bisa berpaling ke lain hati. Dalam kategori bisnis yang kita geluti, konsumen seluruh dunia akherat ya taunya kita. Ga boleh tau yang lain. Ga boleh mikir yang lain. Hahahaha…

Bagi kami, barang bagus atau tidak ‘di part tertentu’ hanyalah permainan persepsi yang dimasukkan oleh para pengiklan di benak konsumen. Ketika barang Anda benar-benar bagus, mereka akan repeat order; jadi pelanggan. Tantangannya adalah ketika Anda punya barang bagus namun tidak mampu menarik perhatian konsumen untuk mencobanya hanya karena tidak tahu cara menarik perhatian mereka untuk membelinya. Ini masalah. Ini tugas kami sebagai: Konsultan Bisnis, Jasa Branding, Konsultan Penjualan; apapun nama yang disematkan pada kami yang pekerjaannya adalah membantu meningkatkan omset klien/konsumen dengan strategi-strategi pemasaran.

Konsultan Bisnis untuk Usaha Beda Brownies.

Awalnya sepasang suami istri ini datang ke rumah bawa oleh-oleh brownies hasil buatan mereka sendiri. Karena rasanya enak, saya menyarankan untuk jualan brownies disamping usaha konsultasi Couple Counselor mereka. Mereka ga mau awalnya. Alasannya karena belum stabil rasa browniesnya setiap kali mereka membuat. Ya alasan yang ditampilkan, ruang hati siapa tau? Tapi istri saya bilang, ini klien ada bakat buat kue enak. Ga semua punya bakat semacam itu. Sama-sama belajar dari resep yang sama, belum tentu menghasilkan rasa yang sama.

Saya bilang: Buat aja merk BEDA BROWNIES, taglinenya: BEDA (tehnik Narasi Pamungkas). Nanti kalau ada yang komplain, bilang saja: “Kan sudah bilang, ini BEDA” (tehnik Narasi Pamungkas)
Akhirnya mereka mulai membeli beberapa peralatan masak yang lebih memungkinkan untuk menerima pesanan brownies lebih banyak.
Hari ini usaha mulai rame dan saya sarankan untuk kontrak rumah buat ruang produksi sendiri karena mereka mulai ‘kelabakan’ kehabisan tempat produksi.

Konsultan Penjualan untuk Public Speaking

Relasi kedua datang. Usaha public speaking dengan penyajian slide yang menawan.

Menurut kami begitu banyak orang baik dengan ide-ide cemerlang, namun kurang mampu dalam menyampaikan ide-ide mereka. Efeknya di penghasilan itu-itu saja, karir itu-itu saja, hidup begitu-begitu saja. Untuk kebutuhan lebih profesional dalam menyajikan ide dan presentasi inilah klien saya ini hadir.

Singkatnya, setelah bantu riset beberapa keyword:

KEYWORD – Jumlah Pencarian Bulanan – Jumlah Persaingan

  • Konsultan Bisnis – 1.400 (Jumlah pencarian bulanan) – 13.500.000 (Jumlah persaingan)
  • Strategi Pemasaran – 23.100 – 19.500.000
  • Strategi Marketing – 3.400 – 33.000.000
  • Konsultan Pemasaran – 150 – 11.300.000
  • Strategi Pemasaran Produk – 3.600 – 17.200.000
  • Bisnis Konsultan – 1.200 – 13.900.000
  • Cara Meningkatkan Penjualan – 700 – 25.900.000
  • Cara Meningkatkan Penjualan Online – 440 – 17.700.000
  • Cara Meningkatkan Omset Penjualan – 370 – 329.000
  • Cara Meningkatkan Omset – 200 – 479.000
  • Konsultan Marketing – 230 – 10.100.000
  • Cara Menaikkan Omset Penjualan – 160 – 131.000
  • Cara Menaikkan Omset – 110 – 115.000
  • Memulai Bisnis Online – 1.200 – 20.700.000
  • Cara Promosi Produk – 1.300 – 47.500.000
  • Konsultan Penjualan – 10 – 4.950.000

Sama seperti tema ‘sakit kepala’; beberapa orang menyebutnya dengan: sakit kepala, migrain, migren, pusing, cenut-cenut, vertigo, dan sejenis. Sebagai pemasar kita memikirkan untuk masuk dari keyword/narasi yang mana? Vertigo atau cenut-cenut? Mana yang mau bayar lebih besar?

Dalam case klien saya kali ini, kita ambil beberapa angle/ sudut pandang produk/jasa, tagline saya sarankan keyword utama STRATEGI PEMASARAN dengan jumlah percarian rata-rata 23ribu pencarian perbulan; Misal kalau mau buat judul iklan:

“Ditemukan Strategi Pemasaran untuk Lompatkan Omset 3X setahun hanya dengan Amazing Slide Wow Speaker!”

Entahlah, ini baru ide kasar, belum menemukan Narasi Pamungkas yang benar-benar sreg dihati. 

Menjelang sore Dimas datang. Usaha Empal Gepuk Dapur Soenda, kirim dalam bentuk frozen ke seluruh Indonesia selama jasa pengirimannya ada jalurnya yang sip. 

Hayo, ada yang bisa bantu saya temukan tagline yang tak terbantahkan untuk konsumen Empal Gepuk Dapur Soenda? Boleh komen dan tinggalkan no WA. Siapa tau kita bisa bekerja sama.

Ada seorang leader MLM besar di perusahaan yang saya bekerja didalamnya sebagai manajemen pernah meminta: “Pak, Narasi Pamungkas itu dibuatkan step-step cara penyusunannya yang baku agar member-member bisa juga melakukannya.”

Andai aku bisa melakukannya. Narasi Pamungkas (aku memberi nama itu untuk membedakan dengan yang lain) tersebut bersifat spontan. Dan jatuh hati dulu sama manusia. Memuliakannya. Baru inspirasinya keluar. Bukan cuma sekedar market yang kita ingin ‘ambil uangnya’ dengan penyusunan kata-kata indah.

I love You