yohanwibisono.com – Hallo gaes, bagaimana nih kesan-kesan pertama masuk kuliah? gk berasa ya sesaat lagi mau UTS, Gimna masih semangatkan kuliahnya? oh ya ingin taya nih, apa sich beberapa istilah tehnis yang paling susah kamu ketahui di periode bersekolah? Apa itu SBMPTN, SNMPTN, ekstrakurikuler, atau fullday school? tentu beberapa istilah itu sudah kamu ketahui di luar kepala.

Bukan ingin nakut-nakutin atau bagaimana, nih. Kamu sudah siap belum terima istilah tehnis periode perkuliahan yang lebih memusingkan dan semakin banyak banyaknya? Dengar istilah SKS, IP, IPK, register administrasi, dan register akademis saja sudah kebingungan, kan?

baik lah inilah Istilah-Istilah di Dunia Universitas yang Harus Dijumpai Mahasiswa Baru

1. KTM

“Kartu Pertanda Mahasiswa.” Tidak perlu dijelasin kembali juga kamu tentu tahu kalau itu serupa dengan Kartu Pelajar yang kamu terima di SMA. Kartu itu harus dijaga baik karena dibutuhin saat kamu ingin minjem buku perpus, bersepeda universitas, berobat gratis di pusat kesehatan mahasiswa, atau menggunakan sarana lain di universitas.

2. KRS

Sebagai kependekan “Kartu Gagasan Study.” Seperti di restaurant, KRS ialah kertas “order food” yang diberi waiter/waitress untuk diisi konsumen setianya. Nach, kamu harus isi KRS dengan matakuliah-matakuliah yang ingin diambil semester itu.

Saat sebelum kampus-kampus mengaplikasikan mekanisme online, KRS secara harfiah sebagai kartu. Memiliki bentuk seperti formulir gitu. Saat ini, nyaris setiap universitas sudah punyai KRS online yang mempermudah mahasiswanya atur agenda study dari rumah.

3. SKS

Sebagai ringkasan dari “Unit Credit Semester.” Benda apakah itu? Itu ialah berat pendidikan setiap mata kuliah. Masih bimbang? Yaudah, kita misalkan saja main games.

Secara umum, setiap universitas mengharuskan mahasiswa tempuh berat pendidikan sejumlah 144 SKS untuk lulus (kalau di UI, banyaknya telah terhitung skripsi). Satu mata kuliah punyai berat SKS berbeda. Ada yang 1, 2, 3, sampai 6 SKS.

Kalau keseluruhan SKS diakhir semester pertama sudah 24 SKS, memiliki arti kamu perlu 120 SKS kembali untuk wisuda. Umumnya, sich. Mahasiswa hanya dibolehin ambil optimal 24 SKS setiap semester agar tidak kewalahan belajarnya.

4. IP

Ialah ringkasan dari “Index Prestasi,” yang maknanya sama saja seperti nilai akhir semester. Di Indonesia, rasio IP dari yang terendah sampai yang tertinggi ialah 0 (0) sampai 4 (empat).

Mahasiswa yang dapat IP 4 diakhir semester sudah tentu dapat nilai “A” di semua matakuliahnya. Ya. Penilaian di kampus tuch gunakan huruf. “E” yang terendah dan “A” yang tertinggi. Jika ingin lulus matkul, umumnya nilai minimum harus di atas C (misalkan C+, B-, B, dan sebagainya).

5. IPK

“Index Prestasi Kumulatif” tuch dalam laga sepak bola maknanya serupa sekali seperti “score agregat.”

Secara tehnis, IPK dihitung berdasar rerata IP yang didapatkan mahasiswa setiap semester. Yang udah-udah, IPK tuch mudah turun dan sulit sekali naiknya . Maka, jaga stabilitas kuliah kalau IPK ingin konstan.

Baca Juga : Sistem Pendidikan di Jepang: Apa Perbedaannya dengan Sistem Pembelajaran di Indonesia?

6. SP

Nih! Yang cowok-cowok tidak boleh mikir aneh dahulu. SP di dunia perkuliahan tuch ringkasan dari “Semester Pendek.” Itu ialah waktu belajar tambahan opsional yang berada di di antara semester genap dan semester ganjil.

Umumnya, mahasiswa manfaatkan SP yang durasiinya sekitaran 2-3 bulan untuk mengulang-ulang matakuliah lalu atau justru mengambil matkul baru agar cepat lulus. Masih bimbang? Nih ada keterangan tambahannya.

Maka begini. Kamu belum senang kuliah di semester pertama (sekitaran September – Desember) dan semester ke-2 (sekitaran Februari – Mei). Terus, diambil semester pendek (sekitaran Juli – Agustus) agar cepat lulus.

7. PDDIKTI

PDDIKTI ialah sebuah pusat kelompok data pelaksana pendidikan tinggi semua Indonesia. Kelompok data itu diatur oleh Dirjen Dikti yang beralamatkan di https://pddikti.ristekdikti.go.id. Data yang ada sebagai hasil penyelarasan yang diatur oleh masing-masing perguruan tinggi nasional.

8. UKM

Jika di sekolah, kamu kenalinya ekstrakurikuler. Di universitas, ada yang bernama Unit Aktivitas Mahasiswa (UKM).

9. KKN / KKL

Ada universitas yang menyebut aktivitas dedikasi mahasiswa pada masyarakat negara lain sebagai “Kuliah Kerja Riil” ada yang ngomong “Kuliah Kerja Mahasiswa.” Aktivitas yang berjalan sepanjang agenda SP itu umumnya ditujukan untuk mahasiswa yang sudah kuliah lebih setahun.

Peserta KKN/KKM akan dikirimkan ke wilayah tertentu dan tinggal di situ sepanjang satu bulan bersama masyarakat lokal. Tidak hanya rekreasi, mereka akan ngelakuin suatu hal untuk membenahi kehidupan masyarakat lokal itu. Sayang, engga semua universitas punyai program KKN/KKM.

10. PKL

Anak-anak alumnus STM tentu tahu nih jika PKL is “Praktek Kerja Lapangan.” Kamu jadi pegawai magang di salah satunya kantor, sebagai usaha penuhi ketetapan jalur. Seperti KKN/KKM, engga semua jalur punyai program PKL

11. Hima/HMJ

“Himpunan Mahsiswa Jalur” tuch seperti OSIS tetapi tingkatnya jalur.

12. BEM

Dalam pada itu, “Tubuh Eksekutif Mahasiswa” seperti OSIS yang jenjangnya semakin tinggi, yakni di Fakultas dan Kampus. Organisasi BEM berikut yang bekerja bersama dengan kampus untuk melangsungkan rangkaian aktivitas akseptasi mahasiswa baru.

13. Rektorat

Kamu tentu dapat bayangin kan pekerjaan pegawai “Tata Usaha” di sekolah kamu? Nach, pekerjaan rektorat tuch serupa. Beberapa pegawainya lah yang dengan sabar mengurusi administrasi tingkat kampus. Pegawai rektorat dipegang di bawah seorang rektor.

14. Dekanat

Pada tingkat fakultas, namanya bukan rektorat, tetapi dekanat. Pegawai dekanat tuch dipegang seorang dekan. Nach, dekanat ini sebagai instansi yang bekerja bersama dengan organisasi mahasiswa untuk buat beragam aktivitas.

15. BAN-PT

BAN-PT ialah ringkasan dari Tubuh Legalisasi Nasional Perguruan Tinggi sebagai salah satu tubuh legalisasi yang mendapat kuasa dari Kementrian Pendidikan, Penelitian, dan Tehnologi Republik Indonesia dalam tingkatkan kualitas pendidikan tinggi.

16. Guru Besar

Guru besar ialah kedudukan fungsional paling tinggi untuk dosen yang mengajarkan di lingkungan unit pendidikan tinggi. Guru besar mempunyai peranan dalam lebih memajukan lembaga terutamanya perguruan tinggi baik pada dasar dan perannya.

17. Dosen wali (PA)

Kalau di sekolah, dosen wali punyai pekerjaan serupa walikelas. Beliaulah yang jaga mahasiswa perwaliannya agar tidak di DO, tidak ketinggal SKS, dan pada akhirannya lulus on time dengan hasil memberikan kepuasan.

Saat mengawali semester, kamu perlu kesepakatan dosen wali sebelumnya terakhir KRS kamu disepakati kampus.

18. Pendamping dosen

Ya terang, kan. Pekerjaannya menolong dosen jalankan perkuliahan. Dimulai dari gantiin dosen saat tidak masuk sampai tolong penelitian.

19. Matrikulasi

Matrikulasi itu ialah matakuliah “kesamaan.” Umumnya, universitas mengharuskan matkul itu ke mahasiswa yang nyebrang jalur. Misalkan, sang Mamet lulus S1 jalur Pengetahuan Riwayat terus masuk S2 jalur Pengetahuan Politik. Nach, pacar harus mengambil matakuliah “matrikulasi” di semester pertama.

Di kelas itu, sang Mamet akan diajarin beberapa dasar Pengetahuan Politik sampai pengetahuan pacar sama dengan sama lulusan-lulusan S1 Pengetahuan Politik yang lanjut S2. Kalau pinternya sudah sama dengan, dosen kan mudah ngajarin Pengetahuan Politik yang semakin tinggi jenjangnya.

20. TA

TA bisa saja “Pekerjaan Akhir” yang maknanya seperti skripsi. Atau, “Titip Mangkir” yang disebut tehnik absen kelas tetapi minta bantuan teman tanda-tangani buku daftar datang atas nama kamu. Jika ketahuan dosen, mahasiswa yang titip mangkir dan dipercayakan mangkir akan terkena hukuman.

21. Wisuda

Wisuda ialah akhir perjuangan sekalian awalnya baru untuk mahasiswa. Sebuah peristiwa yang dinanti dan tidak akan terlupa.

Yap. Tersebut istilah tehnis yang penting mahasiswa baru kenali agar tidak kebingungan. Tenang saja. Pada akhirannya, kamu akan hafal di luar kepala, kok. Apa kamu tahu istilah yang lain belum disebutin? Langsung saja sharing opini kamu berikut ini.