Dalam urusan bekerja sama dengan relasi-relasi, saya membagi interaksi menerima keberlimpahan saya menjadi 3 jenis sumber penghasilan:

  1. Saat saya bekerjasama dengan dia, saya menghasilkan banyak uang
    1. Dengan saya juga bekerja banyak;
      Contohnya sekarang saya sebagai direktur pemasaran perusahaan network marketing besar di Indonesia. Setidaknya pernah jadi perusahaan penerima penghargaan sebagai pembayar pajak terbesar di KPP Gubeng, Surabaya.
      Aktifitas harian saya melayani member dan melayani kebutuhan manajemen untuk menaikkan omset terutama dari internet marketing
    2. Dengan saya bekerja sedikit sekali;
      Contohnya saya memiliki perusahaan arsitek. Setiap dapat orderan masuk, saya delegasikan ke tim kerja saya. Lalu bagi hasil.
      Saya tidak terlalu banyak bekerja, yang bekerja tim saya di beberapa kota di Indonesia.
  2. Saat saya bekerjasama dengan dia, saya hanya menghasilkan kerjasama tanpa uang; atau saya menghasilkan uang banyak namun uang tersebut habis dijalan selama proses kerjasama tersebut.
    Saya ada beberapa kerjasama yang antara penghasilan VS biaya operasional dan waktu pengerjaannya adalah sama. Hampir tanpa keuntungan. Jadi keuntungannya habis dijalan istilahnya.
  3. Saat saya bekerjasama dengan dia saya menghasilkan kerugian secara finansial;
    Saya juga pernah bekerjasama dengan beberapa orang yang tidak menghasilkan keuntungan, banyak rugi.

Bagaimana kemudian saya menyikapinya?

Ini perihal kerjasama ya? Bukan perihal persahabatan. Jadi untuk persahabatan saya tetap membuka selebar mungkin untuk bersahabat dengan siapa saja. Namun untuk bekerjasama atau berbisnis, saya lebih fokus pada mengembangkan bisnis bersama orang-orang yang sudah terbukti di Tipe menghasilkan uang buat saya, yaitu nomor 1.

Untuk tipe nomor 2 yaitu Tipe menghasilkan kerjasama, kadang-kadang stop sampai disitu; kadang juga saya tambahi tim baru sampai menghasilkan uang seperti di tipe nomor 1: Tipe menghasilkan uang.

Ini bukan perihal salah siapa. Entah juga mengapa dan bagaimana. Ini cuma perihal main gampang saja. Tidak mikir banyak-banyak.

Saya tidak tahu mengapa, saya hanya pelajari pola dan pengalamannya; lalu jalani

I love You