Pertolongan Allah

Artikel sebelumnya

Buchin: Assalamualaikum sob. Maaf dulu ente bitcoin loss brp.
yw: Waalaikumsalam
yw: Ya 60jutaan
yw: Ada apa
Cuma pingin tau aja sob
Semoga Allah memberikan rizqy yang lebih besar dan baik.
yw: Aamiin
yw: Dirimu juga
yw: … kirim pesan suara, karena sambil nyetir. Tanya-tanya perihal web replika yang paling sederhana …
Web replika untuk produk/jasa apa sob
yw: Jasa arsitek
yw: Dan juga properti
yw: Aku ada banyak developer
Replika ini fungsinya apa aja mas.
Apakah setiap anggota djava bisa punya sendiri?
yw: Simple : ada web utama, misal : ArsitekTampanRupawan.com (wkwkwk), bla bla bla bla bla (rahasia)

yw: misal yusuf share ke FB pribadinya, bla bla bla bla bla
yw: bla bla bla bla bla
yw: bla bla bla bla bla
yw: jadi saat deal, aku bisa bagi hak ke : bla bla bla

Bisa insyaallah (batinku, ini jawaban surga)
yw: ketemuan di …

Berangkat jam 12, sampai jam 13.17. Eh langsung dikerjakan.

Kerjasama model begini yang memang aku cari, katanya.

Jangan pulang dulu, kita selesaikan

Setelah lama dilempar kesana kemari oleh programmer-programmer itu. Setelah benar-benar meminta petunjuk. Allah mengirimkan bantuan…

 

Selamanya Guru adalah Guru

Lupa tahunnya, ingat lokasinya. Di TP, ada SMS masuk. Seseorang yang perlu asisten untuk mengajar online. Dari Malang. Siap mengajari, trus kerjasama bantu mengajar. Karena beliau sudah cukup sibuk. Banyak panggilan mengajar kesana kemari.

Singkat cerita kami bertemu di Hotel di sebelah Delta. Setelah beliau mengajar. Singkat cerita lagi beberapa waktu kemudian ku ke Malang. Belajar. Banyak hal, bukan sekedar belajar online. Tetapi kemudian aku tidak jadi asistennya. Aku yang nakal. Ga komit. Karena kupikir aku ga akan mengajar online.

Sampai pada suatu musim yang kepepet. Ternyata butuh duit. Ga ngerti harus kemana lagi. Ku memberanikan diri mengajar. Dibayar Rp 250.000,- privat. Lalu 15 juta (Ar********), dst dst dst

Kemana-mana aku bawa namanya. Pernah belajar padanya. Baca doa bersama dengan murid-muridku diawal setiap mau belajar bersama. Karena ilmu online gratisan ini memang dari beliau. Agus Piranhamas.

Sampai beberapa waktu yang lalu kok rasa-rasa pengen bertemu beliau. Ada puzzle yang perlu kutemukan. Mungkin juga rindu guru. Kusampaikan pada Hisyam.

“Ayo kita jadwalkan, biasanya Selasa. Dirumahnya”

Hisyam setiap Senin dan Selasa ‘konon’ ngajar di Brawijaya kampus. Kupikir tepat. Sampai 2 hari yang lalu ada pertemuan teman-teman OMG Jatim di┬áDinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur Jl. Ahmad Yani No. 242-244, Surabaya.

Dan pagi ini nggojek kesana.

Bertemu dengan beliau cukup salting diawal. Sungkem. Perantara ilmu beliau juga jadi hari ini. Ratusan kalo ga ribuan murid didikanku dan mendidik generasi selanjutnya.

“Anak berapa sekarang?”

Pertanyaan awal beliau…

 

Tidak Bisa dan Tidak Sesederhana Itu

Banyak yang bilang dalam berbisnis, jangan mencintai barangnya – orangnya; yang penting cintai transaksinya; uangnya; cash flownya. Aku mencobanya, dan : fail.

Akad transaksinya adalah 3x revisi, prakteknya revisi berkali-kali ga kenai biaya tambahan sampai klien puas. Akadnya hanya bagi-bagi plakat penghargaan, prakteknya buka waktu untuk dengerin curhat dan selesaikan tantangan. Bahkan luangkan waktu khusus untuk privat belajar online untuk member tertentu dengan kebutuhan tertentu.

Beberapa cuma butuh diiklankan, kita kasih potensi ribuan web pendukung untuk ribuan marketing.

Jadi gimana?

 

Ada yang Menunjukkan Kesuksesan dengan Penampilan, Ada yang Menunjukkan dengan Prestasi

Ada yang Menunjukkan Kesuksesan dengan Penampilan
Ada yang Menunjukkan Kesuksesan dengan Prestasi

Ada yang tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana; pengaruhnya.

Ada yang mengejar kemenangan demi kemenangan di setiap harinya. Ada yang mengumpulkan keluhan demi keluhan.

Semua mempunyai peran

Mangga di Depan Rumah Kami

Sudah setahun ini kami kontrak bulanan di sebuah rumah daerah lontar, Surabaya. Sambil menunggu rumah kami jadi. Di perumahan RR. Dibangun dan serah terima tahun depan.

Rumah di RR yang sekarang kami tunggu, adalah rumah emosi. Rumah yang dibeli gara-gara istri ngidam hamil besar tiba-tiba pengen jadi agen properti. Propnex. 3 bulan jualan ga laku-laku tiba-tiba dia pengen beli sendiri rumah itu. Ya. Prestasi.

Kembali di rumah kontrakan ini yang sudah setahun 1 bulan kami tempati. Sebelumnya kosong lama ga ada yang tempatin. Sebelumnya lagi adalah jadi cafe warkop. Mini-mini kata tetangga, perihal yang ngelayanin.

Pada suatu hari, saat putri yang punya kontrakan datang ke rumah dia bilang :

Mbak, seumur-umur ini pohon mangga ga pernah berbuah. Ini sekarang kok berbuah?

Kami berjalan dengan pikiran kami masing-masing. Ayahku juga pernah waktu dapat tugas di pontianak jaman rusuh dulu. Ditempatkan di rumah pinggir hutan. Ada sebuah pohon yang ga pernah berbuah. Selama ayahku tinggal disana, pohon tersebut jadi berbuah.

Menurutmu karena apa?

 

 

Efek Jualan Barang Harga Rp 50.000,-

Biasanya aku jualan barang harga ga umum. Komisinya pun ga umum. Ga umum tinggi harganya maksudnya (bagiku). Jadi komisi bisa lumayan. Misal, komisi Rp 30 juta. Beberapa kali. Tapi hari ini aku jualan barang harganya Rp 50.000,-. Ada efeknya.

Sesuatu yang biasanya aku ga peduli saat membeli sesuatu atau jasa seharga Rp 50.000,- sampai Rp 200.000,-. Ini sekarang jadi mikir. Ga biasanya. Jadi ngerasa sesuatu. Eman. Aku jualan butuh kepercayaan 3 orang untuk membeli korek api Rp 135.000,- termasuk ongkir ini. Biasanya komisi Rp 30 juta dikurangi biaya korek api Rp 135.000,- ga mikir. Sekarang harus jual berkali-kali kali Rp 50.000,-.

Mungkinkah orang-orang diluar sana yang kaya raya bermiliar-miliar aset dan biasa menghitung-itung uang Rp 50.000,- dalam setiap transaksinya adalah orang-orang yang mendapatkan penghasilannya dari mengakumulasi uang Rp 50.000,- demi Rp 50.000,-? Kita ngelihatnya, ngerasanya orang ini pelit sekali. Padahal ini sebuah lock rasa. Kita ngelihat secara general jumlah asetnya. Si miliarder lihat dari bagaimana dia mengumpulkan awalnya dari selembar demi selembar.

Seperti rasaku saat ini di bisnis baruku ini. Launching terbatas hari ini. Aku lepas Rp 50.000,- untuk 10 orang pertama. Replika DjavaLmintu. Agar memudahkan marketing bekerja.

Sengaja aku buat berbayar. Agar terpilih yang serius-serius saja.

 

Penyembuh Luka

Luka diturunkan dari generasi ke generasi. Buyut pemarah, kakek pemarah, ayah pemarah, aku pemarah, anakku pemarah, cucuku pemarah, cicitku pemarah. Kecuali seseorang dari generasi ini menyadari, lalu menyembuhkan luka. Kadang kita ga tau bahwa sedang ada luka. Atau tahu ada luka tapi tidak tahu itu perlu disembuhkan atau tidak. Atau sadar perlu disembuhkan, tapi ga tahu cara menyembuhkannya; kadang ga tahu juga bisa minta tolong ke siapa.

Ketika seseorang trauma melihat ibunya dipukuli ayahnya, lalu dia berjanji untuk tidak pernah memukuli wanita. Kemudian dia menjadi lelaki yang paling tajam lidahnya, sebagai ganti dia memukul. Lidahnya lebih tajam dari pukulannya andaikata dia memukul. Maka generasi itu belum sembuh. Merasa lebih baik namun tidak lebih baik. Karena merasa sembuh.

Jadi kalo kita menemukan betapa ‘unik melukai’ banyak ada dalam tindakan manusia saat ini; tanpa kejelasan logis kenapa manusia itu bertindak begini begitu, maka maklumi saja. Menjadi ‘unik melukai’ itu sudah berat. Lebih berat daripada Dilan. Menanggung luka dan trauma dalam, lalu menyalurkannya ke generasi selanjutnya (1), lingkungan dia hidup (2), dan interaksi-interaksi dia miliki (3).

Luka bisa jenis karakter buruk. Karakter yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan untuk lingkungan dia pada saat itu bahasa halusnya. Semua sedih, dia ketawa sendiri, contohnya. Bisa juga jenis batasan-batasan. Sehingga tidak bisa bebas terbang tinggi. Saat ingin atau butuh terbang tinggi. Saat semua bilang dan melihat dia bisa terbang tinggi namun dia ga bisa terbang tinggi. Ada saja selalu hal-hal yang membuat dia ga bisa terbang tinggi.

Luka bisa diturunkan dari generasi ke generasi. Yang runyam saat antar generasi saling berpasangan. Tak sadar saling menghunus saat berusaha saling memeluk. Dan sama-sama tidak mengerti kenapa bisa saling melukai tanpa henti. Lalu hal tersebut disaksikan anak-anak mereka. Dan dilanjutkan…, generasi demi generasi.

Ada yang pernah bilang, pertumbuhan usia belum tentu diiringi dengan pertumbuhan kedewasaan

Saat kita menemukan luka-luka tersebut. Dalam diri dan hubungan-hubungan. Langkah-langkah penyembuhan :

  1. Akui punya luka. Tidak perlu menyalahkan siapa-siapa
  2. Doa, minta dilepaskan dari koneksi negatifnya
  3. Minta maaf. Pada diri sendiri, dan semua

Akan ada bagian-bagian beban terlepas. Sensasi tubuh melepas sesuatu. Bisa jadi. Kebanyakan gitu. Trus hidup jadi lebih enteng

 

Lelaki dan Perempuan

Lelaki menemukan dirinya sebagai lelaki, lalu membutuhkan perempuan yang memang tau sadar dirinya perempuan. Lelaki tahu, perempuan tahu. Perihal dirinya masing-masing. Lalu mereka saling tertarik. Lalu mereka bersatu.

Mereka saling tahu bahwa salah satu dari mereka adalah laki-laki dan salah satu dari mereka adalah perempuan. Sang lelaki tahu dirinya laki-laki. Sang perempuan tahu dirinya adalah seorang perempuan. Namun masing-masing dari mereka tidak tahu perihal pasangannya masing-masing. Bahwa laki-laki bukan perempuan dan perempuan bukan laki-laki.

Singkat cerita mereka sama-sama terluka, saat berusaha menjadi satu. Saat beritikad baik untuk menjadi terbaik untuk pasangannya masing-masing. Saat semua harapan terbaik diharapkan.

“Non, logikanya kan seperti ini!”

“Kenapa kok ambil keputusan seperti itu?!”

Perempuan tak bisa membantah. Di logika memang begitu. Namun perasaannya tidak bisa begitu. Perasaannya tidak bisa bahagia dengan logika seperti itu. Ini tidak bisa dibasuh hanya dengan : patuh terhadap lelaki adalah jaminan surga.

Tidak bisa mudah bahagia dengan : akadnya, janjinya kan seperti itu.

Jadi kalo kamu, kalian, anda, merasa ada sesuatu yang perihnya berkelanjutan. Perihal pasangan masing-masing. Dan tetap saling mencintai. Namun ingin lebih bahagia, bukan sekedar cinta.

Jadi kamu kalian anda dan semua rekan-rekan memiliki kegagalan berulang, perih berulang, sudah mencoba berbagai cara namun tak kunjung tercapai. Andai hitungan rugi sudah miliaran, ratusan juta, puluhan juta.

Jadi kamu kalian anda dan semua rekan-rekan di muka bumi ini rela menyerahkan Rp 25.000.000,- agar masalah beban hidup yang mencandu itu jadi pergi. Berganti bahagia. Berganti ketenangan hidup. Berganti asa-asa yang tercapai. Anda bisa menghubungi kami. Pada bagian situs ini ada sebuah nomor yang bisa di kontak. Mungkin Anda cukup beruntung dalam 1-2 minggu masalah Anda selesai.

===

Contoh narasi iklan. Iklan yang serius. Karena itu juga bagian dari jasa kami. Kami akan serahkan Anda langsung pada ahlinya. Bukan saya.