Ibu Mertua jago masak. Hobi masak. Dan ingin menjual masakan. Namun tidak mau berinteraksi dengan banyak orang. Selain karena nyamannya begitu, karena di era pandemi seperti sekarang ini beliau rentan tertular. Usia dan ada diabet.

Lalu kami memutuskan untuk jualan gudeg frozen. Gudeg kan asli khas Jogja, namun kami tinggal di Mojokerto. Maka saya plesetkan sedikit tulisannya menjadi GOODEG.

  1. GOODEG MOJOKERTO BU SUDJUD KULINER MOJOKERTO.
  2. Goodeg Mojokerto. Enaknya bikin deg-deg-kan.

Tekad atau nekad apalah bedanya kalo ngaku-ngaku jadi kuliner Mojokerto padahal baru memulai. Tapi keyword kutemukan pencarian ‘kuliner Mojokerto’ mendekati 1000 pencarian perbulan; maka aku manfaatkan saja.

Goodeg Mojokerto

Goodeg Mojokerto

Kuliner Mojokerto Goodeg Bu Sudjud

Kuliner Mojokerto Goodeg Bu Sudjud

Aku coba iklankan di facebook. Modal usd 10 untuk 5 hari. Respon cukup besar namun rata-rata menanyakan lokasi jualannya dimana. Mungkin karena fotonya tidak dalam bentuk frozen. Akhirnya kelabakan.

Sementara aku stop iklannya sampai ada orang bantu terima chat, respon sosial media Kuliner Mojokerto Goodeg Bu Sudjud, dan mengirim.

Demi usaha ini ternyata freezer kami yang kami taruh di rumah mertua tidak mencukupi lagi. Akhirnya kami beli satu freezer lagi. Eh, ga satu ding. Kami beli dua freezer. Satu buat ibu mertua, satu buat mamaku. Biar rukun, maka beliau berdua harus dibelikan yang sama 🙂

Ngalamin hal yang sama? Ha ha ha

I love You