Dulu ketika pasar benar-benar tidak dikuasai umat muslim, dan ekonomi umat muslim sangat terhimpit dengan berbagai praktek kurang baik yang dilakukan oleh umat non muslim (contohnya seperti mengurangi timbangan), konon para pedagang muslim berdatangan ke Rasulullah SAW untuk bertanya: “Apa yang harus dilakukan?”
Kasih bonus, dalam setiap transaksi. Sebagai sedekah karena ALLAH SWT. (tips 1)
Hari ini kami baru diingatkan lagi tentang cara ini. Jujur, amanah, dan memberi bonus. Ceritakan kondisi apa adanya. Catat akad.
“Pak, sampeyan ada yang ga sreg dengan kerja bareng kita?” tanyaku sama timku hari ini. “Ga da, kenapa?” jawab dan tanyanya.
Ini jawabku:
“Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku adalah pihak ketiga dari dua orang yang bersekutu, selama tidak ada salah seorang di antara mereka yang berkhianat kepada sahabatnya. Apabila ia telah mengkhianatinya, maka aku keluar dari keduanya.”
Maka kami berdua dan tim sama-sama saling beritikad baik dan berusaha baik. Agar ALLAH SWT ‘menjadi bagian dari tim kami’ (tips 2)
Pelajaran hari ini lagi adalah:
Kami tidak lagi berpikir bahwa kami bisa melakukan apa yang dibutuhkan klien-klien kami. Setiap ada permintaan pekerjaan, maka yang kami lakukan adalah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau yang bisa menyelesaikan, beri petunjuk apa yang harus kami lakukan.
Selama ini kami merasa bisa, merasa lebih baik dari yang lain. Itu tidak baik. Sejak hari ini kami menghapus tabiat itu dari ikhtiar kami menjemput rejeki. (tips 3)
.
Djava Lumintu Panen
Yohan – Nawir
Jasa Arsitek, Interior, Kontraktor, Masterplan Perumahan dan Kawasan, Pemasaran

