Aku Menemukanku

Barusan

Perjalanan belajar memampirkanku pada :

Lalu kulintaskan sajak-sajaknya, salah satunya :

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
― Sapardi Djoko Damono

Sepertinya kutemukan kemaren; aku

Dan Joko Pinurbo; lemparan kata dan kalimat

Menemukan Diri

Beberapa waktu terakhir, perjalanan-perjalanan, komunikasi-komunikasi, bacaan-bacaan, permohonan tolong kepada Rabb -> mengantarkan pada pemahaman-pemahaman.

Jadi setelah dibaca ulang. Kemampuan terbaikku adalah jualan, dealing. Kendalanya adalah selama ini aku terpancing untuk turut ke bagian produksi. Misal, buat jasa pemasaran, lalu aku ikut-ikut produksi web dan sosial media pendukungnya.

Semestinya sudah ada yang urus itu. Aku fokus ke :

  1. Jualan
  2. Training team buat jualan
  3. Problem solver untuk team

So…

Jakarta, Beberapa Waktu yang Lalu

Beredar dan bertemu dengan banyak orang membuat kita banyak belajar. Perihal kebutuhan-kebutuhan, dan apa yang bisa kita bantu. Kita bisa berperan dimana.

Tantangan-tantangan di lapangan. Delegasi-delegasi yang bisa dilakukan lebih cepat. Mendengarkan dan solusi. Menjelaskan kenapa begini begitu. Kenapa pengambilan keputusannya ini dan kebijakannya begitu.

Dulu aku berpikir menjadi bagian dari manajemen MCI adalah demi membantu bosku.

“Aku bantu kamu Bro, 5 tahun saja”

Faktanya kini hasratku bergesar. Bantu member-member menemukan kemampuan terbaiknya, meningkatkan taraf hidup mereka melalui kebijakan-kebijakan yang memudahkan mereka memasarkan produk-produk ini.

Faktanya setelah melihat betapa banyak hidup perseorangan dan keluarga berubah bumi langit. Meningkat tajam setelah menjalankan bisnis ini. Membuat hatiku tergerak untuk berperan lebih banyak.

Kalo bantuin bos kan dah tajir. Ga ngefek-ngefek banget buat ningkatin kekayaannya. Namun bantuin orang yang awalnya rumahnya 3×4 meter persegi jadi 15×25 meter persegi dan tingkat. Atau membuat mereka banyak memelihara anak yatim. Atau sebagian dari mereka jadi bangun masjid. Daln lain-lain. Dan lain-lain.

Tanggal 30 Oktober 2019 aku sampaikan perihal itu ke bosku.

“Aku ga bantu kamu Bro, ga ngefek. Aku bantu member-member. Hidupnya jadi lebih baik”

Aku jadi waras.

500 Juta MCI; Keliling

Perjalanan panjang : Surabaya – Pemalang – Tasikmalaya – Bandung – Bekasi – Jakarta – Solo – Surabaya. Tandem dengan Senki. Misi utama bagi-bagi plakat penghargaan penerima reward 500 juta MCI : Diamond Elite; plus bantu tanya jawab member-member, bawa solusi. Misi kedua : hunting SDM barsitek (Pemalang – Solo). Misi ketiga : beberes tanggung jawab masa lalu : temuin, minta maaf, perbaiki, bantu arah bisnisnya. Misi keempat : Lukman SOP.

Seperti biasa, ga sampe lama dah dapat banyak kiriman foto anak. Biar ga ‘lupa’ maksudnya mungkin. Hehe

Berdialog dengan banyak orang. Mendengarkan. Mencoba menemukan solusi; sebenarnya membantu banyak hal dalam diri sendiri juga. Mengingatkan akan banyaknya teknis solusi untuk pencapaian diri juga sebenernya. Bagiku. Pertanyaan-pertanyaan mereka sebenernya juga sebagai pengingat diri.

Aku mulai mencintai pekerjaan ini. Mencintai pasukan ini.

 

 

Pertolongan Allah

Artikel sebelumnya

Buchin: Assalamualaikum sob. Maaf dulu ente bitcoin loss brp.
yw: Waalaikumsalam
yw: Ya 60jutaan
yw: Ada apa
Cuma pingin tau aja sob
Semoga Allah memberikan rizqy yang lebih besar dan baik.
yw: Aamiin
yw: Dirimu juga
yw: … kirim pesan suara, karena sambil nyetir. Tanya-tanya perihal web replika yang paling sederhana …
Web replika untuk produk/jasa apa sob
yw: Jasa arsitek
yw: Dan juga properti
yw: Aku ada banyak developer
Replika ini fungsinya apa aja mas.
Apakah setiap anggota djava bisa punya sendiri?
yw: Simple : ada web utama, misal : ArsitekTampanRupawan.com (wkwkwk), bla bla bla bla bla (rahasia)

yw: misal yusuf share ke FB pribadinya, bla bla bla bla bla
yw: bla bla bla bla bla
yw: bla bla bla bla bla
yw: jadi saat deal, aku bisa bagi hak ke : bla bla bla

Bisa insyaallah (batinku, ini jawaban surga)
yw: ketemuan di …

Berangkat jam 12, sampai jam 13.17. Eh langsung dikerjakan.

Kerjasama model begini yang memang aku cari, katanya.

Jangan pulang dulu, kita selesaikan

Setelah lama dilempar kesana kemari oleh programmer-programmer itu. Setelah benar-benar meminta petunjuk. Allah mengirimkan bantuan…

 

Belajar dan Berbenah

Artikel sebelumnya

Akhirnya ada waktu untuk mengunjungi beliau, Agus Piranhamas. Rencana pagi-pagi. Namun beliau senggang selepas Dhuhur. So, kita jemput Hisyam dulu kisaran jam 09.00 rencananya. Karena Mbak Tum pulang, maka ga ada yang pegang Pijar, so, harus diajak. Ajak Pijar, berarti ajak Ibunya, Ajak Ibunya berarti ajak Bumi, maka Aska dan Alya pun ikut. Maka kuliburkan Aska Alya.

Waktu mau berangkat, ternyata kunci Wuling hilang. OMG.

Bongkar-bongkar rumah sana sini. Bongkar tempat sampah, wah. Ga ketemu. Akhirnya bilang Hisyam, maaf tunda dulu. Kunci hilang. Wkwkwkwkwk

Sampai saat 13.30, putus asa. Mobil kantor, kunci cadangan di Bos. Ada orang ketuk-ketuk pintu pagar dan bilang :

Bapak’e kehilangan kunci mobil?

Singkat cerita kunci mobil dibuang Pijar (17 bulan) keluar pagar dan ditemukan orang dibawa pulang dilaporkan ke suaminya. Sang suami keliling di gang rumah kami untuk mencari mobil sejenis.

===

Bukan Agus Piranhamas jika semenit setelah duduk ga keluar ilmunya.

1. Belajar sambil nimang bayi. Istri foto dan handel yang lain
2
3
Jarang-jarang Pijar mau dipangku orang yang baru dia kenal

Panjang kali lebar, dan pulang dapat PR, wkwkwkwkwk

Guru selamanya Guru 🙂

Selamanya Guru adalah Guru

Lupa tahunnya, ingat lokasinya. Di TP, ada SMS masuk. Seseorang yang perlu asisten untuk mengajar online. Dari Malang. Siap mengajari, trus kerjasama bantu mengajar. Karena beliau sudah cukup sibuk. Banyak panggilan mengajar kesana kemari.

Singkat cerita kami bertemu di Hotel di sebelah Delta. Setelah beliau mengajar. Singkat cerita lagi beberapa waktu kemudian ku ke Malang. Belajar. Banyak hal, bukan sekedar belajar online. Tetapi kemudian aku tidak jadi asistennya. Aku yang nakal. Ga komit. Karena kupikir aku ga akan mengajar online.

Sampai pada suatu musim yang kepepet. Ternyata butuh duit. Ga ngerti harus kemana lagi. Ku memberanikan diri mengajar. Dibayar Rp 250.000,- privat. Lalu 15 juta (Ar********), dst dst dst

Kemana-mana aku bawa namanya. Pernah belajar padanya. Baca doa bersama dengan murid-muridku diawal setiap mau belajar bersama. Karena ilmu online gratisan ini memang dari beliau. Agus Piranhamas.

Sampai beberapa waktu yang lalu kok rasa-rasa pengen bertemu beliau. Ada puzzle yang perlu kutemukan. Mungkin juga rindu guru. Kusampaikan pada Hisyam.

“Ayo kita jadwalkan, biasanya Selasa. Dirumahnya”

Hisyam setiap Senin dan Selasa ‘konon’ ngajar di Brawijaya kampus. Kupikir tepat. Sampai 2 hari yang lalu ada pertemuan teman-teman OMG Jatim di Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur Jl. Ahmad Yani No. 242-244, Surabaya.

Dan pagi ini nggojek kesana.

Bertemu dengan beliau cukup salting diawal. Sungkem. Perantara ilmu beliau juga jadi hari ini. Ratusan kalo ga ribuan murid didikanku dan mendidik generasi selanjutnya.

“Anak berapa sekarang?”

Pertanyaan awal beliau…

 

Adab Bisnis, Serahkan Pada Ahlinya, Introspeksi

Ada ide bagus. Perihal web sistem. Untuk memudahkan orang menghasilkan income dengan klik klik klik. Langkah awal, cari programmer.

Dari Hisyam dapat kenalan Riz*******, Malang. Oke. Datangi, kerjasama. Harga naik-naik sendiri. Dari awal akad 2 juta, jadi 4 juta, jadi 5 juta. Oke. Kerjaan ditunggu-tunggu ga jalan-jalan. Minta uang lagi, lagi-lagi minta uang. Sistem didalamnya katanya. Oke-oke. Janji demi janji. Galau masalah ortu, janji lagi jam sekian jam sekian, ga ada kabar lagi, … | Oke lepas,

Dari Sumbodo dapat relasi Her*******, Lamongan. Oke. Susah awalnya komunikasi. Ketemuan. Setelah itu lebih susah lagi. Ngilang tanpa sebab dengan segala janji. Maksudku kalo memang ga mau ya bilang, bukan janji-janji trus ngilang. Wah ini perihal adab bisnis. Malu aku malu. Agama yang seiman bukan jaminan ahlak. Malu-maluin. Oke. Next

Dari Sumbodo lagi, dapat relasi si Dan*******, Wates, Jogja. Oke. Setelah teleconference, dengan semangat dia mau ngerjain, berangkatlah kami ke Jogja. Jam 1.30 pagi. Sampai dilokasi, meeting 4 jam. Pulang karena akan ada tamu dirumah. || Trus susah si Dan susah dihubungi. Ga respon. Nitip pesan sama teman yang kebetulan disana ga ada tanggapan. Akhirnya balik lagi ke Jogja. Ga ditemuin. Istrinya yang lagi hamil disuruh keluar nemuin dan minta maaf. Gentle sekali ini orang. Oke kami pulang.

Ketemu On*******, coba lagi membangun kepercayaan. Sampai sekarang dalam perjalanan, walau molor-molor. Namun hikmahnya dapat banyak ilmu buat pengembangan bisnis ke depan. Dari mereka sempat bertukar ide, menerima saran. Solusi keamanan, sistem transaksi, dll. Kupikir Tuhan ga menyia-nyiakan yang benar-benar berikhtiar.

Semua orang diatas bukan spesialisasi buat web yang aku mau. Cuma percaya referensi teman saja. Namun mereka bilang bisa buat. Ini ga baik. Ga serahkan pada ahlinya. Efeknya berbulan-bulan molor. Sementara klien menunggu-nunggu.

Akhirnya pagi ini aku kontak 3 orang web developer yang spesialisasi buat gituan. Wes. Bayar berapapun. Serahkan pada ahlinya. Kita lihat seminggu ini.

Done