Efek Jualan Barang Harga Rp 50.000,-

Biasanya aku jualan barang harga ga umum. Komisinya pun ga umum. Ga umum tinggi harganya maksudnya (bagiku). Jadi komisi bisa lumayan. Misal, komisi Rp 30 juta. Beberapa kali. Tapi hari ini aku jualan barang harganya Rp 50.000,-. Ada efeknya.

Sesuatu yang biasanya aku ga peduli saat membeli sesuatu atau jasa seharga Rp 50.000,- sampai Rp 200.000,-. Ini sekarang jadi mikir. Ga biasanya. Jadi ngerasa sesuatu. Eman. Aku jualan butuh kepercayaan 3 orang untuk membeli korek api Rp 135.000,- termasuk ongkir ini. Biasanya komisi Rp 30 juta dikurangi biaya korek api Rp 135.000,- ga mikir. Sekarang harus jual berkali-kali kali Rp 50.000,-.

Mungkinkah orang-orang diluar sana yang kaya raya bermiliar-miliar aset dan biasa menghitung-itung uang Rp 50.000,- dalam setiap transaksinya adalah orang-orang yang mendapatkan penghasilannya dari mengakumulasi uang Rp 50.000,- demi Rp 50.000,-? Kita ngelihatnya, ngerasanya orang ini pelit sekali. Padahal ini sebuah lock rasa. Kita ngelihat secara general jumlah asetnya. Si miliarder lihat dari bagaimana dia mengumpulkan awalnya dari selembar demi selembar.

Seperti rasaku saat ini di bisnis baruku ini. Launching terbatas hari ini. Aku lepas Rp 50.000,- untuk 10 orang pertama. Replika DjavaLmintu. Agar memudahkan marketing bekerja.

Sengaja aku buat berbayar. Agar terpilih yang serius-serius saja.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *