Ambil Alih (1)

Akhirnya, dibantu Alfid Van A domain YohanWibisono.com berhasil diambil alih; lalu dijadikan web blog oleh Dhyar). Setelah lengah, diambil orang 2 tahun. Dan dijadikan situs porno berbahasa entah. Ga jelas. ‘Dosa ‘ orang lengah ga memperpanjang usia domain nama pribadi, hehe 🙂

Oke, jadi kita akan merayakannya. Hari demi hari, dengan aktif blogging. Belajar menulis, menerjemahkan semua pengalaman dan rasa kedalam narasi. Disini. YohanWibisono.com. Kita akan belajar menemukan diriku. Memisahkan dari yang bukan aku. Jadi aku kan benar-benar mengenal diriku.

Ambil Alih

Untuk mengambil alih sesuatu itu dibutuhkan kesadaran. Terutama mengambil alih dari pihak lain yang siaga untuk tidak mau diambil alih (status quo). Terutama juga mengambil alih pada kondisi yang kita merasa sudah kita ambil alih, ternyata belum. Merasa sadar, ternyata belum. Merasa sudah menjadi diri sendiri, ternyata masih menjadi pemain pengganti.

Membiarkan hidup berjalan apa adanya, tanpa kesadaran bahwa harus berusaha menjadi lebih baik; itu ternyata melelahkan. Tampaknya tidak lelah, karena ngerasa ga ngapa-ngapain. Ikut arus aja. Seperti ikan tak bernyawa. Padahal, yang sering kita kurang sadari adalah :

  1. Kita akan menjadi bagian rencana orang lain. Rencana baik gpp. Lah kalo rencana ga baik gimana?
  2. Kita ga sadar, tiba-tiba sudah cukup berumur; tapi ga cukup amal; ga cukup ilmu (yang dibutuhkan untuk hidup bener)
  3. Tiba-tiba memiliki kesadaran dibutuhkan banyak orang, ternyata ga siap; ga bisa berperan. Jadi patung, penonton. Ga bisa bantu apa-apa.

Ternyata lukanya dalem (bagiku) saat aku dibutuhkan, aku ga bisa berperan banyak. Malu. Merasa mengambil rute lain yang aneh padahal ada jalur umum sebagai manusia. Saling bantu.

Jadi mulai hari ini, aku memutuskan untuk mengambil alih hidupku. Dengan kesadaran menjadi siap membantu (1), saat dibutuhkan lebih banyak orang. Dengan kesadaran harus lebih banyak belajar (2), lebih memprioritaskan mana yang sebaiknya dijalani; mana yang menghasilkan lebih powerfull; mana yang lebih mendekatkan pada tujuan (3a b c).

MCI, MLM, Bonus
Mewakili Pembagian Plakat Penghargaan Bonus 500 Juta Kedua MCI kepada Ibu Rizka sekeluarga di Jogja.

Konsekuensi

Keputusan ini membawa konsekuensi luas. Misal, menerapkan kebiasaan-kebiasaan baru. Kebiasaan yang memastikan untuk :

  1. Tetap sadar
  2. Tetap terus mengakumulasi aset jangka dunia dan akherat
    1. Ilmu
    2. Cash
    3. Kebijaksanaan-kebijaksanaan
    4. Waktu
    5. Relasi
  3. Tetap low profile (high impact); karena kalo ga low, kesapluk pesawat

Ustadz Abdul Somad

Kemaren waktu scroll-scroll disepanjang perjalanan Surabaya Jogja nemu penyampaian :

Diamnya Dzikir, Geraknya Fikir

Ada meditasi, ada kontemplasi. Salam hormat buat beliau yang selalu menginspirasi. Termasuk tulisan ini.

… bersambung

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *